Potensi Panas Bumi RI 90% Belum Tergarap, Bahlil Beberkan Kendalanya
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, Indonesia merupakan negara dengan cadangan panas bumi (geotermal) terbesar di dunia. Namun, dia menyayangkan karena pengembangan pembangkit geotermal belum tergarap maksimal di Tanah Air.
“Baru kurang lebih sekitar 10% yang bisa kita kelola. Masih ada 90% potensi yang belum dikelola,” ucap Bahlil dalam acara The 11th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2025 di Jakarta International Convention Center (JICC), Rabu (17/9/2025).
Baca Juga
Ubah Limbah Panas Bumi Jadi Bernilai Tinggi, Tim Muda Pertamina Raih Penghargaan Inovasi Global
Indonesia memiliki cadangan panas bumi sebesar 24,7 gigawatt (GW). Sementara itu, kapasitas pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) yang baru terpasang adalah 2,7 GW atau baru sekitar 10%.
Bahlil mengungkapkan terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan energi panas bumi belum tergarap maksimal. Pertama adalah kebutuhan modal yang besar atau capital expenditure (capex). Kedua, regulasi yang berbelit-belit sehingga tidak ramah terhadap investor.
"Kenapa tidak bisa dikelola? Di samping memang pembiayaannya cukup memberikan perhatian, Caxpenya, kemudian juga adalah, harus saya akui, ketika saya masuk jadi menteri ESDM, peraturannya macam-macam, dan salah satu investor tidak sukai adalah aturan yang berbelit-belit. Semakin berbelit aturan, semakin tidak disukai oleh investor," beber dia.
Baca Juga
Selain itu, Bahlil mengungkapkan masih adanya keterbatasan jaringan transmisi listrik. Ia mengatakan banyak wilayah dengan potensi panas bumi tinggi, tetapi belum terhubung dengan jaringan PLN.
"Maka, tahun ini, kami, Pemerintah Republik Indonesia, sebagai bentuk komitmen dan konsekuen dalam mendorong pembangunan energi baru terbarukan, kita menyusun RUPTL (rencana usaha penyediaan tenaga listrik) di 2025 sampai 2035 sebesar 48.000 kilometer sirkuit," ucap Bahlil.

