Kementerian PU Lakukan Tanggap Darurat Banjir Bali, Air Mulai Surut
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melakukan langkah tanggap darurat banjir di Kota Denpasar, Bali, Rabu (10/9/2025) dini hari setelah hujan ekstrem mengguyur wilayah tersebut. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat curah hujan mencapai 245,5 milimeter per hari, salah satu yang tertinggi dalam setahun terakhir.
Kementerian PU mengerahkan alat berat untuk membersihkan sampah yang menyumbat aliran air dan menempatkan pompa mobile di titik banjir. Excavator dikerahkan di pintu rotari dan trashrack Waduk Muara untuk mempercepat aliran air.
Baca Juga
Banjir Bandang di Pakistan Tewaskan 337 Orang, Buner Jadi Wilayah Terparah
Pemantauan Kamis (11/9/2025) pagi pada pukul 05.00 Wita menunjukkan ketinggian air di Waduk Muara turun dari 190 sentimeter menjadi 130 sentimeter, sehingga banjir mulai surut.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pihaknya berkomitmen memberikan dukungan penuh terhadap upaya penanganan banjir di Bali. Menurutnya, kementerian bekerja sama dengan Balai Wilayah Sungai (BWS) Bali Penida, TNI-Polri, pemerintah daerah, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Denpasar untuk menormalisasi situasi.
“Kami juga menyiagakan tim reaksi cepat, alat berat, serta bahan banjiran jika diperlukan. Identifikasi lanjutan dilakukan dengan pengecekan infrastruktur dan pemantauan kondisi di lapangan,” kata Dody dalam keterangan resmi, Kamis (11/9/2025).
Baca Juga
Kerajaan Belanda Kerja Sama Kembalikan Pusaka Keraton Cirebon hingga Tanggulangi Banjir
Dampak penanganan dirasakan hingga Kabupaten Badung. Genangan di beberapa titik utama, seperti Jalan Sunset Road, Legian, Raya Canggu Kerobokan, Bypass Ngurah Rai, Setia Budi, hingga Underpass Dewa Ruci (Simpang Siur), mulai surut sehingga kendaraan dapat melintas kembali.
Hujan deras sebelumnya meningkatkan volume aliran Sungai Tukad Badung hingga 85,85 meter kubik per detik. Debit yang meluap menyebabkan banjir menggenangi permukiman dan ruas jalan utama di Kecamatan Denpasar Barat, mengganggu aktivitas warga serta arus lalu lintas.

