Gandeng HyET Group dari Belanda, Pertamina NRE Akselerasi Teknologi EBT
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Pertamina New & Renewable Energy (NRE) menandatangani nota kesepahaman dengan HyET Group asal Belanda. Langkah ini merupakan salah satu upaya Pertamina NRE untuk mengakselerasi pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) melalui inovasi teknologi.
Penandatanganan tersebut dilakukan oleh CEO Pertamina NRE John Anis dan CEO HyET Group Rombout Swanborn di sela-sela rangkaian Forum Bisnis Indonesia-Eropa yang diselenggarakan 2-9 September 2025.
“Pengembangan EBT (energi baru terbarukan) memerlukan inovasi teknologi. Dengan expertise yang dimiliki HyET dalam teknologi EBT kami berharap melalui kerja sama strategis ini akan terjadi knowledge transfer yang akan akselerasi transisi energi,” kata John Anis dalam keterangannya, Senin (8/9/2025).
Baca Juga
PLTS dan PLTMH Besutan Pertamina NRE Bikin Desa Makin Mandiri karena Hemat Listrik
HyET Group merupakan perusahaan teknologi dari Belanda yang fokus pada solusi inovatif dalam pengembangan energi terbarukan dan hydrogen. Spesialisasinya mencakup teknologi panel surya, teknologi elektrolisis hemat energi, baterai litium, serta teknologi pengembangan hydrogen biru dan hijau.
Sementara Pertamina NRE, melalui peran strategisnya dalam Grup Pertamina, terus mendorong dekarbonisasi dengan mengembangkan portofolio bisnis energi bersih di berbagai lini.
Kerja sama ini mencakup berbagai lingkup, mulai identifikasi peluang penerapan teknologi HyET di Indonesia, pengembangan proyek percontohan (pilot project), transfer pengetahuan dan peningkatan kapabilitas, hingga pembentukan jalur komersialisasi yang mendukung percepatan adopsi teknologi energi baru terbarukan.
“Kami melihat Indonesia sebagai salah satu pasar yang sangat potensial untuk pengembangan energi terbarukan. Dengan menggabungkan keahlian teknologi HyET dan kapasitas Pertamina NRE sebagai salah satu pemain utama dalam industri EBT di kawasan, kami yakin kerja sama ini akan melahirkan solusi yang relevan, efektif, dan mampu memberikan kontribusi signifikan terhadap transisi energi tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di Asia Tenggara,” ungkap Swanborn.
Pertamina NRE memandang kerja sama dengan mitra strategis sanga penting untuk transfer pengetahuan, teknologi, serta meningkatkan kapabilitas sumber daya manusia.
Baca Juga
Investasi Pertamina NRE Buktikan Hasil, Laba CREC Meroket 38%
Untuk itu, Pertamina NRE cukup agresif dalam menjalin kerja sama dengan mitra strategis yang memiliki reputasi dalam kapabilitas maupun pengalamannya dalam teknologi pengembangan EBT. Hal ini tidak hanya memberikan manfaat bagi Pertamina NRE tapi juga transisi energi secara nasional di Indonesia.
Selain mengembangkan pembangkit listrik berbasis energi terbarukan, saat ini Pertamina NRE juga mengembangkan hidrogen rendah emisi, bioethanol untuk bahan bakar nabati, serta bisnis karbon, serta solusi rendah karbon lainnya.

