PLTS Bakal Jadi Penyumbang Terbesar Bauran Energi Nasional di 2060
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Pemerintah menargetkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) menjadi kontributor terbesar dalam bauran energi nasional pada 2060. Dari total kapasitas pembangkit listrik yang diproyeksikan mencapai 443 gigawatt (GW) di tahun 2060, sekitar 109 GW atau hampir 25% di antaranya ditargetkan berasal dari PLTS.
Direktur Aneka Energi Baru dan Terbarukan Ditjen EBTKE Kementerian ESDM, Andriah Feby Misna mengatakan, target ini merupakan bagian dari komitmen Indonesia untuk mencapai net zero emission (NZE) pada 2060 atau lebih cepat.
“Pada 2060 kita menargetkan penurunan emisi gas rumah kaca hingga 95% dari kondisi business as usual. Strateginya antara lain melalui pengembangan energi baru terbarukan secara masif, termasuk energi surya, penerapan efisiensi energi, elektrifikasi, serta pengurangan energi berbasis batu bara,” ujar Feby dalam Media Briefing Indonesia Solar Summit, Selasa (2/9/2025).
Baca Juga
Kementerian ESDM Bidik Kapasitas Terpasang PLTS di 2025 Lewati 1 GW
Berdasarkan peta jalan ketenagalistrikan hingga 2060, energi surya diproyeksikan memegang peranan terbesar dibandingkan pembangkit energi terbarukan lainnya. Pemanfaatannya akan mulai terlihat meningkat sejak 2025–2030, kemudian terus tumbuh hingga menjadi tulang punggung bauran energi nasional pada 2060.
“Di roadmap, terlihat jelas bahwa energi surya menjadi komitmen utama. Pada 2060, dari 443 GW kapasitas pembangkit listrik nasional, 109 GW ditargetkan berasal dari PLTS,” kata Feby.
Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025–2034 juga menempatkan PLTS sebagai prioritas utama pengembangan energi baru terbarukan. Dari total penambahan kapasitas energi terbarukan sekitar 42,6 GW hingga 2034, energi surya ditargetkan menyumbang sekitar 17,1 GW.
“PLTS akan tersebar dari Sumatera hingga Papua, dengan peran besar pemerintah daerah dalam mendorong pemanfaatan energi surya di wilayah masing-masing,” jelas Feby.
Selain energi surya, strategi lain menuju NZE meliputi pemanfaatan teknologi Carbon Capture and Storage (CCS), pengembangan energi baru, serta penerapan elektrifikasi di berbagai sektor. Pemerintah juga menekankan pentingnya efisiensi energi dan pengurangan penggunaan batu bara dalam bauran energi nasional.
“Target ini adalah cambuk bagi kita semua untuk terus mendorong pengembangan energi surya yang potensinya sangat besar di Indonesia. Dengan dukungan semua pihak, PLTS bisa menjadi pilar utama ketahanan energi hijau nasional di masa depan,” ujar dia.
Baca Juga
PLTS dan Panas Bumi Bikin Bisnis Pertamina NRE Menggurita, Produksi Listrik 4,23 Juta MWh

