Gojek Punya 3,1 Juta Mitra, GoTo Buktikan Teknologi Hadir untuk Lapangan Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Gojek bukan hanya tentang teknologi dan aplikasi, melainkan tentang manusia yang menggerakkan ekosistemnya. Dengan 3,1 juta mitra pengemudi yang terdaftar dan hampir 1 juta yang aktif setiap hari, Gojek menunjukkan bahwa transformasi digital tidak bisa dilepaskan dari kesejahteraan mereka yang berada di garis depan.
CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO), Patrick Walujo, menegaskan bahwa inovasi harus berjalan seiring dengan peningkatan produktivitas dan pendapatan mitra, agar teknologi hadir bukan untuk menggantikan manusia, melainkan memperkuat peran mereka di tengah perubahan.
“Di satu sisi, teknologi bisa menghilangkan banyak lapangan kerja. Namun, di sisi lain, adopsi teknologi adalah satu-satunya jalan agar kita bertahan,” ujar Patrick dalam acara peresmian Universitas Paramadina Kampus Cipayung, Jakarta, Rabu (27/8/2025).
Lebih jauh, Patrick mengingatkan bahwa di balik setiap layanan digital Gojek terdapat ribuan anak muda Indonesia, terdiri dari engineer, product manager, dan talenta kreatif yang bekerja keras membangun produk berkualitas global. Mereka inilah wajah sejati dari ekosistem digital: manusia yang mencipta, berinovasi, dan bersaing di pasar internasional.
Baca Juga
Menurut Patrick, tantangan kendaraan otonom atau AI bukan sekadar soal teknologi, melainkan soal bagaimana Indonesia memastikan anak bangsanya tetap menjadi aktor utama dalam era digital
Patrick juga menegaskan fokus GoTo adalah meningkatkan kesejahteraan mitra pengemudi tanpa membebani konsumen. Strateginya adalah mendorong produktivitas agar jumlah pesanan semakin tinggi, bukan sekadar menaikkan harga layanan.
Terkait kinerja keuangan, GOTO menunjukkan arah profitabilitas kian jelas. Segmen On-Demand Services (ODS) melalui Gojek memang melambat, tercermin dari pertumbuhan nilai transaksi bruto (GTV) kuartal II-2025 yang hanya naik 8,8% yoy, turun dari rata-rata 17% yoy dalam empat kuartal sebelumnya. Kompetisi ketat dengan promo agresif pesaing menjadi penyebab utama.
Sebaliknya, GoTo Financial (GTF) mencatat pertumbuhan signifikan. Penyaluran pinjaman naik 88% yoy menjadi Rp 6,5 triliun, dengan target Rp 8 triliun pada 2025 atau tumbuh 55% yoy. Produk baru seperti GoPay Pinjam yang terintegrasi dengan TikTok Shop mendorong momentum tersebut.
Baca Juga
Kisah Tiga Serangkai Pendiri Universitas Paramadina: Pernah Dicemooh karena Tak Punya Dana
Secara profitabilitas, GOTO membukukan adjusted EBITDA Rp 820 miliar pada semester I-2025, atau setara 55% dari target tahunan Rp 1,4–1,6 triliun. Margin EBITDA juga meningkat menjadi 0,28% terhadap GTV kuartal II-2025. Efisiensi biaya, termasuk pengurangan beban gaji dan insentif yang menurunkan beban kas 7,8% yoy, menjadi pendorong utama perbaikan kinerja.

