PHE ONWJ Catat Produksi 2.635 BOPD dari Sumur di Karawang
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – PT Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ), anak usaha PT Pertamina Hulu Energi (PHE) melaporkan capaian penting dari operasi pengeboran sumur LLE-5ST di Lapangan Lima, di lepas pantai Karawang.
Uji produksi awal pada Jumat (22/8/2025) menunjukkan potensi produksi hingga 2.635 barel per hari (BOPD), memperkuat kontribusi perusahaan terhadap target peningkatan produksi minyak nasional.
General Manager PHE ONWJ Muzwir Wiratama menjelaskan bahwa target utama pengeboran adalah lapisan batuan LL-30 dari formasi main yang sebelumnya teridentifikasi mengandung minyak melalui studi pemrosesan ulang data seismik dengan metode pre-stack depth migration (PSDM). "Temuan ini membuka peluang besar bagi pengembangan lebih lanjut di wilayah selatan Lapangan Lima," kata dia dalam keterangannya, Rabu (27/8/2025).
Baca Juga
Demi Asta Cita, PHE Pacu Produksi Migas dan Ekonomi Hijau untuk Swasembada Energi
Pengeboran LLE-5ST dilakukan dengan metode sidetrack, yaitu pengeboran ulang dari sumur lama LLE-5 yang sudah tidak aktif sejak 2012. Teknik directional drilling (pengeboran berarah) digunakan untuk menjangkau lapisan potensial yang lokasinya jauh dari titik awal, dengan lintasan melengkung seperti huruf "J". Strategi ini memungkinkan PHE ONWJ memanfaatkan reservoir baru tanpa harus membuka lokasi sumur tambahan.
Waktu pengeboran juga lebih efisien dibanding target. PHE ONWJ menyelesaikan pekerjaan dalam 37 hari, lebih cepat dari target 46,2 hari dan melampaui rencana awal yang dijadwalkan selesai pada 2026. Menurut Muzwir, hal ini membuktikan kombinasi teknologi dan efisiensi eksekusi yang dijalankan perusahaan.
“PHE ONWJ akan terus memantau produksi sumur LLE-5ST dan melakukan optimasi teknis, mulai gas lift hingga pengaturan choke agar produksi minyak bisa stabil dan maksimal,” ujar Muzwir.
Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk menyeimbangkan peningkatan produksi dengan aspek keselamatan, keamanan, kecepatan, serta kualitas operasi.
Baca Juga
Harga Minyak Anjlok Lebih dari 1%, Pasar Cermati Isyarat Perdamaian Ukraina-Rusia
Keberhasilan ini, tambahnya, merupakan hasil kolaborasi internal, dukungan mitra kerja, dan koordinasi erat dengan SKK Migas. “Alhamdulillah, kami berhasil mencapai target produksi. Capaian ini menunjukkan langkah maju dalam upaya ONWJ mendukung peningkatan produksi minyak nasional,” tutup Muzwir.
Sebagai bagian dari subholding upstream Pertamina, PHE memegang peran strategis dalam mengelola portofolio lapangan hulu migas di dalam dan luar negeri. Regional Jawa yang membawahi PHE ONWJ berfokus pada koordinasi lapangan migas di wilayah barat Jawa, mencakup Jakarta, Banten, Lampung, Bangka Belitung, dan Jawa Barat.

