PHK Massal Tokopedia: TikTok Tegaskan Strategi Bisnis di Indonesia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – TikTok menyebutkan rencana pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan Tokopedia bagian dari strategi bisnis di Indonesia. Dikabarkan sebanyak 420 karyawan Tokopedia telah dikurangi dalam dua bulan terakhir.
“Kami secara rutin mengevaluasi kebutuhan bisnis dan melakukan berbagai penyesuaian untuk memperkuat organisasi serta memberikan layanan yang lebih baik kepada para pengguna. Kami terus berinvestasi di Tokopedia dan Indonesia sebagai bagian dari strategi mendorong pertumbuhan dan inovasi berkelanjutan,” ujar juru bicara TikTok kepada investortrust.id, Senin (25/8/2025).
Baca Juga
TikTok di Ujung Tanduk, Trump Kembali Perpanjang Tenggat Divestasi di AS
Sebelumnya, dalam dua bulan terakhir, sekitar 420 karyawan Tokopedia dikabarkan terdampak pemangkasan. Pada Agustus, sekitar 240 pegawai diputus kontrak, setelah pada Juli lalu 180 orang lebih dulu terkena gelombang serupa.
Divisi yang terkena dampak tidak hanya terbatas pada teknologi informasi (IT), melainkan juga customer care, tim pemenuhan pesanan (fulfillment), hingga unit pergudangan. Kondisi ini menimbulkan keresahan di kalangan pekerja.
Informasi yang beredar menyebut, tim teknis yang tersisa diarahkan untuk pindah koordinasi ke China. Hal ini menandakan peran teknis Tokopedia di Indonesia akan makin terbatas, dengan fokus tim lokal lebih condong pada fungsi bisnis dan pemasaran.
Baca Juga
TKD Turun, Komisi II Sebut 89,8% Pemda Punya Kapasitas Fiskal Lemah
Sumber internal menambahkan, proses PHK masih akan berlanjut hingga akhir tahun. Targetnya, pemangkasan rampung seiring selesainya integrasi sistem TikTok dan Tokopedia yang sudah dimulai sejak akuisisi resmi keduanya pada akhir 2023 lalu.
Kasus ini pun cepat menyebar di media sosial dan menjadi sorotan publik. Banyak pengguna internet menyoroti nasib pekerja yang kehilangan pekerjaan di tengah ketatnya persaingan industri digital.
Investortrust.id telah berupaya menghubungi pihak Tokopedia untuk mendapatkan konfirmasi langsung terkait jumlah karyawan terdampak. Namun hingga berita ini diterbitkan, pihak Tokopedia belum memberikan tanggapan resmi.

