Was-was Tarif Trump, Himki Desak Pemerintahan Prabowo Negosiasi ke AS
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (Himki) mendesak pemerintahan Presiden Prabowo Subianto segera melakukan negosiasi dengan Presiden Amerika Serikat (AS) terkait rencana penerapan tarif impor pada sektor furnitur.
Ketua Umum Himki Abdul Sobur menegaskan, apabila AS benar-benar memberlakukan tarif impor, maka produk furnitur dan turunannya asal Indonesia akan kehilangan daya saing di pasar global.
Baca Juga
“Kami mengusulkan agar pemerintah segera mendesak pengecualian dari AS atau membentuk kerja sama perdagangan khusus,” kata Sobur kepada investortrust.id, Minggu (24/8/2025).
Sobur juga mengingatkan perusahaan furnitur untuk tetap menjaga kapasitas produksi meskipun tarif impor Trump akan meningkatkan beban biaya. Ia menilai, jika kebijakan tersebut diterapkan, maka harga produk furnitur dalam negeri bisa melonjak 20–35%.
Baca Juga
WTO Menangkan Indonesia dalam Sengketa Biodiesel dengan Uni Eropa, Saatnya Saham CPO?
“Perusahaan Indonesia juga perlu memperkuat kapabilitas produksi domestik, misalnya dengan automasi, agar tetap kompetitif meski menghadapi tantangan biaya tinggi,” jelasnya.
Himki mencatat, pasar ekspor furnitur Indonesia ke Amerika Serikat sangat dominan, mencapai 54% dari total ekspor nasional, dengan nilai sekitar US$ 500–600 juta hingga Semester I-2025.

