Penjualan Apartemen Merosot Tajam, Pengembang Tawarkan Skema Ini
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – JLL Indonesia mencatat penurunan penjualan apartemen yang berlangsung sejak 2015, bahkan penurunan tersebut lebih besar dari periode masa pandemi Covid-19.
Head of Research JLL Indonesia, Yunus Karim mengatakan, pada 2013–2014, penjualan apartemen dapat mencapai 20.000 unit per tahun, namun merosot menjadi sekitar 1.000 unit pada 2020. "Tapi sepanjang semester I-2025, penjualan apartemen baru tercapai 150 unit," ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (13/8/2025).
Baca Juga
Astra Property: Bisnis Hunian Berkembang Lebih Pesat Dibanding Apartemen
Pada kesempatan yang sama, Senior Director Capital Markets JLL Indonesia, Herully Suherman menuturkan, rendahnya permintaan membuat sejumlah pengembang menawarkan penjualan apartemen secara unblock atau satu gedung sekaligus. "Strategi ini dilakukan agar gedung dapat dialihfungsikan menjadi service apartment atau hotel," terangnya.
Skema unblock, menurut dia, biasanya disertai potongan harga lebih besar, dibandingkan pembelian per unit dengan kisaran diskon mencapai 20–30% dari harga ritel.
Baca Juga
CBD Jakarta Tetap Ramai, Tingkat Hunian Perkantoran Stabil 71%
"Pada saat unblock tentu diskonnya lebih besar dari biasa, tergantung dari portfolio dari developer-nya, keadaan financial, tapi paling tidak (diskon) bisa sampai 20-30% daripada harga retail," pungkas Herully.

