AI Class ASEAN Buka Jalan 5,5 Juta Pelajar Kuasai Kecerdasan Buatan
Poin Penting
|
KUALA LUMPUR, investortrust.id - ASEAN Foundation resmi meluncurkan AI Class ASEAN. Platform pembelajaran kecerdasan buatan (articial intelligencen/AI) ini menargetkan lebih 5,5 juta pelajar di Asia Tenggara, termasuk jutaan siswa dan guru di Indonesia.
Didukung dana hibah US$ 5 juta (Rp 82 miliar) dari Google.org, program ini diharapkan memperkuat daya saing sumber daya manusia (SDM) Indonesia di era ekonomi digital.
Platform AI Class ASEAN menyediakan 70 modul pembelajaran gratis yang dirancang untuk mudah diakses di seluruh Indonesia, termasuk wilayah 3T. Fitur seperti chatbot AI, forum diskusi, dan terjemahan otomatis memungkinkan interaksi lintas bahasa, mendukung percepatan literasi teknologi di kalangan generasi muda.
Baca Juga
Startup Perplexity makin agresif menggempur dominasi Google Chrome di pasar browser mobile
Direktur Eksekutif ASEAN Foundation, Piti Srisangnam, menilai investasi dalam keterampilan AI akan menjadi kunci negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, untuk tetap kompetitif di tengah persaingan ekonomi global. “Kesiapan digital adalah fondasi pertumbuhan ekonomi masa depan,” ujarnya dalam peluncuran di Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (13/8/2025).
Indonesia menjadi salah satu fokus utama dalam program ini, dengan lima mitra lokal, yakni Bebras Indonesia, Ruangguru Foundation, Mafindo, Kaizen Collaborative Impact Foundation, dan Coding Bee Academy. Mereka akan mengintegrasikan materi AI ke sekolah, komunitas, dan pelatihan guru, membangun talenta digital dari tingkat dasar.
Menurut data Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), 60% lapangan kerja baru pada 2030 akan membutuhkan keterampilan digital menengah hingga tinggi. Program AI Class ASEAN diproyeksikan membantu menyiapkan angkatan kerja muda Indonesia untuk memasuki sektor-sektor bernilai tambah tinggi, seperti fintech, logistik pintar, dan manufaktur berbasis AI.
Kaizen Collaborative Impact Foundation melaporkan telah menggelar Hour of Code di 22 lokasi, termasuk Pulau Selayar dan Pulau Buton, melatih 1.213 master trainer dan menargetkan 78.633 penerima manfaat tahun ini. Upaya itu selaras dengan roadmap transformasi digital nasional 2025–2030.
Sementara itu Ruangguru Foundation mencatat 100.000 penerima manfaat dari program literasi AI di berbagai provinsi. Dampak jangka panjangnya diharapkan mampu meningkatkan kualitas lulusan sekolah menengah, yang menjadi basis rekrutmen industri teknologi Indonesia.
Kepala Google.org Asia Pasifik, Marija Ralic, menegaskan komitmen perusahaan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi inklusif melalui pendidikan teknologi. “Kami ingin memastikan literasi AI menjangkau mereka yang paling membutuhkan, sehingga peluang ekonomi digital dapat diraih secara merata,” jelasnya.
Baca Juga
Google Cloud Luncurkan Program 'Indonesia BerdAIa' untuk Perkuat Keamanan Siber Nasional
Peluncuran ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia, yang tengah mengakselerasi investasi di sektor teknologi dan ekonomi kreatif. Penguatan keterampilan AI di level pendidikan dasar diperkirakan akan memperkecil kesenjangan digital dan meningkatkan produktivitas nasional.
Dengan proyeksi nilai ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 146 miliar pada 2030, program seperti AI Class ASEAN menjadi momentum penting agar talenta lokal siap bersaing dan memimpin inovasi di pasar regional maupun global.

