Total Penyaluran KPR Subsidi Tembus 190.335 Unit hingga Awal Agustus 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengungkapkan bahwa realisasi penyaluran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi telah mencapai 190.335 unit selama periode 1 Januari hingga 5 Agustus 2025.
Hal tersebut disampaikan dalam konferensi pers kinerja pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 yang disiarkan melalui kanal YouTube Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Selasa (5/8/2025).
“Realisasi KPR per 1 Januari sampai 5 Agustus, dari data proses bangun hingga akad, sudah mencapai 40.967 unit. Sementara itu, realisasi penyaluran KPR bersubsidi sebesar 149.368 unit. Jadi totalnya sudah 190.335 unit per hari ini,” ujar Maruarar, yang akrab disapa Ara.
Baca Juga
Ekspor Indonesia Tumbuh 7,7% di Semester I-2025, Ini Penopang Terbesar
Sebelumnya, Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) juga melaporkan bahwa penyaluran pembiayaan rumah subsidi sejak 1 Januari hingga 28 Juli 2025 telah mencapai 137.015 unit, dengan total nilai sebesar Rp17 triliun.
Komisioner BP Tapera, Heru Pudyo Nugroho, menjelaskan bahwa penyaluran dilakukan melalui kemitraan dengan 38 bank penyalur dan melibatkan 6.896 pengembang. Rumah subsidi tersebut tersebar di 10.321 lokasi yang mencakup 33 provinsi dan 388 kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
Sebagai bentuk komitmen pemerintah terhadap pemenuhan kebutuhan hunian masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), BP Tapera juga telah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Keuangan untuk menambah kuota rumah subsidi dalam skema KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) menjadi 350.000 unit.
Penambahan tersebut diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 235 Tahun 2025 yang merevisi KMK Nomor 49 Tahun 2025 tentang penetapan rincian pembiayaan anggaran pada Subbagian Anggaran Bendahara Umum Negara Investasi Pemerintah.
“Sebagai bentuk dukungan Pemerintah untuk kebutuhan penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah, perlu penambahan target program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan pada tahun 2025 sebesar 130.000 unit rumah, dari semula 220.000 menjadi 350.000 unit,” demikian bunyi beleid yang dikutip Senin (28/7/2025).

