Danantara Titip Misi Investasi ke Diplomat RI
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Chief Investment Officer Danantara Indonesia, Pandu Sjahrir, mengutarakan pentingnya peran diplomasi dalam memperkuat akses Indonesia terhadap modal investasi, teknologi, dan mitra strategis nasional. Hal itu ia sampaikan dalam acara pembekalan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia.
Sebagai lembaga pengelola aset negara modern, Pandu mengungkap Danantara Indonesia hadir untuk menjembatani potensi domestik dengan peluang global melalui kolaborasi lintas sektor dan lintas negara.
"Diplomasi ekonomi merupakan instrumen strategis yang dibutuhkan untuk merespons dinamika global secara proaktif. Danantara Indonesia hadir sebagai mitra kebijakan yang menjembatani potensi ekonomi Indonesia dengan arus investasi internasional yang konkret, terukur, dan berdampak jangka panjang," kata Pandu di Jakarta, Selasa (22/7/2025) dikutip dari keterangan tertulis.
Dalam paparannya, Pandu menjelaskan Danantara Indonesia dibentuk untuk mengelola dan mengonsolidasikan aset strategis negara secara efisien, dengan fokus pada sektor-sektor berdampak jangka panjang: energi terbarukan, infrastruktur, pangan, layanan kesehatan, ekonomi digital, dan jasa keuangan.
“Kami tidak hanya mengelola aset, tapi menginvestasikannya kembali untuk menciptakan pertumbuhan yang inklusif, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing Indonesia di kancah global,” lanjut Pandu.
Pandu juga menekankan pentingnya sinergi antara diplomasi dan investasi sebagai kunci dalam membuka akses Indonesia terhadap pendanaan global, skema co-investment strategis, alih teknologi, serta ekspansi ke pasar-pasar internasional.
Dengan total potensi aset yang melebihi US$ 900 miliar, Danantara Indonesia siap bertransformasi menjadi salah satu sovereign investment platform di dunia, dengan komitmen kuat untuk mengintegrasikan mandat finansial, sosial, dan lingkungan secara seimbang. Hal ini juga selaras dengan prinsip tata kelola kelas dunia serta standar keberlanjutan yang diakui secara global.
Baca Juga
Hapus Tagih Kredit Macet 1 Juta UMKM Masih Tunggu Peraturan Menteri BUMN dan Persetujuan Danantara
“Para Duta Besar dan perwakilan RI di luar negeri adalah ‘eyes dan ears’ bagi Danantara Indonesia dalam memperluas kemitraan dan akses terhadap pengetahuan, teknologi dan know-how,” lanjut Pandu.
Pada kesempatan yang sama, Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha C. Nasir, menggarisbawahi penguatan sinergi tersebut antara lain melalui pembentukan mekanisme koordinasi reguler untuk memastikan keselarasan prioritas investasi dan strategi diplomasi.
Ia meyakini keberadaan Danantara Indonesia selaras dengan tugas pokok dan fungsi dari Kementerian Luar Negeri sebagai penjuru diplomasi ekonomi Indonesia. Arrmanatha menambahkan, sinergi dan dukungan diplomasi terhadap Danantara Indonesia merupakan suatu keniscayaan.
“Keberadaan Danantara Indonesia sangatlah selaras dengan tugas pokok dan fungsi Kemlu sebagai penjuru diplomasi ekonomi Indonesia. Untuk itu, sinergi dan dukungan diplomasi terhadap Danantara Indonesia merupakan suatu keniscayaan,” ungkap Arrmanatha.
Adapun forum yang dihadiri oleh 36 Duta Besar dan Perwakilan Tetap RI tersebut menegaskan komitmen pemerintah dalam mengutamakan diplomasi ekonomi sebagai instrumen strategis untuk mendukung pembangunan nasional yang berkelanjutan dan berdaya saing. Dihadiri oleh para pemangku kepentingan dari sektor pemerintahan, investasi, dan kelembagaan.
Acara ini bertujuan untuk memperkuat sinergi antara fungsi perwakilan diplomatik Indonesia di luar negeri dengan agenda transformasi struktural di dalam negeri, melalui pendekatan yang proaktif, terintegrasi, dan berorientasi pada hasil yang konkret
dan berjangka panjang.

