Arsjad Rasjid Ungkap Strategi 3G Indika Energy (INDY) untuk Capai Visi Indonesia Maju 2045
JAKARTA, investortrust.id – Komisaris PT Indika Energy Tbk (INDY), Arsjad Rasjid, memaparkan konsep pembangunan nasional bertajuk “Strategi 3G” yang mencakup: Grow People, Gear Up Industry, dan Go Green. Strategi ini diyakini menjadi peta jalan menuju Indonesia Emas 2045.
“Tanpa penguatan SDM, akselerasi industri, dan keberlanjutan lingkungan, mustahil kita menuju Indonesia Maju 2045,” ujar Arsjad dalam diskusi Meet The Leaders di Universitas Paramadina, Jakarta, Sabtu (19/7/2025).
Baca Juga
Arsjad Rasjid: Bonus Demografi Bisa Jadi Malapetaka Jika Lapangan Kerja Tak Bertambah
1. Grow People: Kunci pada Reformasi SDM
Arsjad menyoroti pentingnya reformasi pendidikan vokasi yang selaras dengan kebutuhan industri masa depan. Saat ini, hanya 10% lulusan Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi, sementara mayoritas masih lulusan SMA atau SMP. “Tanpa peta keterampilan nasional, kita tidak tahu harus siapkan talenta untuk industri apa,” katanya.
2. Gear Up Industry: Dorong Industrialisasi Berbasis SDA
Kontribusi sektor manufaktur terhadap PDB nasional yang terus menurun menjadi perhatian serius. Arsjad menekankan perlunya percepatan industrialisasi sektor unggulan, seperti nikel dan bauksit, yang berbasis sumber daya alam lokal. “Kita harus fokus. Tidak mungkin kejar semua sektor sekaligus,” tegasnya.
Baca Juga
Tarif Impor Produk Indonesia ke AS Turun Jadi 19%, Daya Saing Ekspor Tekstil Indonesia Membaik
3. Go Green: Energi Bersih dan Kendaraan Listrik Desa
Dalam strategi Go Green, Arsjad mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik desa berbasis aluminium dan baterai nikel buatan dalam negeri. Ia juga mengusulkan pembangunan charging station di setiap desa, guna mendorong pertumbuhan ekonomi hijau. “Transisi energi bisa jadi sumber ekspor dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.
Sebagai penutup, Arsjad menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi harus dibarengi keadilan sosial agar tidak timpang. Menurutnya, ekonomi gotong royong dan inklusif adalah pondasi utama pembangunan berkelanjutan. “Jangan hanya kejar pertumbuhan, tapi lupakan pemerataan,” tutupnya.

