Tragedi Kapal Tenggelam di Selat Bali, Komisi V DPR Desak Investigasi Total
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Wakil Ketua Komisi V DPR Syaiful Huda mendesak Kementerian Perhubungan (Kmeenhub) melakukan investigasi menyeluruh terkait insiden tenggelamnya Kapal Motor Penumpang (KMP) Tunu Pratama Jaya di Selat Bali beberapa waktu lalu. Hingga H+6, korban KMP Tunu Pratama tercatat enam meninggal dunia, 27 masih hilang, dan 30 orang selamat.
"Satu nyawa sangatlah berharga, 27 korban belum ditemukan dalam insiden ini menjadi bukti bahwa perlindungan terhadap penumpang kapal masih lemah. Investigasi menyeluruh harus dilakukan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian ini," kata Syaiful Huda dalam keterangannya, Selasa (8/7/2025).
Baca Juga
Kapal Tenggelam di Selat Bali, Puan Soroti Pentingnya Keselamatan Transportasi Laut
Huda menyoroti pentingnya evaluasi terhadap sistem perizinan pelayaran, termasuk verifikasi dokumen Surat Persetujuan Berlayar (SPB) yang menjadi syarat mutlak kapal untuk dapat beroperasi. Menurutnya, dilihat dari cepatnya proses tenggelamnya kapal, diduga tidak ada inspeksi keamanan sebelum kapal lepas jangkar. "Jika terjadi kebocoran mesin, perlu ditelusuri apakah ada kelalaian dalam pemeriksaan kelayakan sebelum keberangkatan," ujarnya.
Dia mendesak agar investigasi mencakup standar prosedur penyelamatan darurat di atas kapal, termasuk ketersediaan dan fungsi perahu penyelamat, serta kepastian seluruh penumpang telah mengenakan jaket pelampung. "Kita perlu memastikan bahwa prosedur tanggap darurat berjalan sebagaimana mestinya, dan tidak ada yang diabaikan," ucapnya.
Menurut Huda, insiden ini harus menjadi momentum bagi Kementerian Perhubungan untuk memperkuat pengawasan keselamatan pelayaran, khususnya moda transportasi laut yang jadi andalan masyarakat di wilayah kepulauan. Insiden tenggelamnya KMP Tuna Pratama Jaya tidak boleh hanya sekadar dicatat tanpa ditindaklanjuti dengan perbaikan sistem, termasuk memberikan sanksi.
Baca Juga
Misi Bawah Laut di Selat Bali, KRI Fanildo dan Tim SAR Buru Bangkai KM Tunu di Kedalaman 60 Meter
"Sudah saatnya keselamatan transportasi laut mendapat perhatian lebih serius. Kita tidak boleh lagi menganggap ini sebagai kejadian biasa. Apalagi, Indonesia adalah negara maritim," ujarnya.
Wakil Ketua Fraksi PKB DPR ini juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak, termasuk Basarnas, TNI AL, Polri, dan relawan, yang telah bekerja dalam operasi pencarian dan penyelamatan. "Kami berharap ini menjadi insiden terakhir yang merenggut nyawa pengguna transportasi laut," tuturnya.

