Indonesia Butuh 100.000 Insinyur Bersertifikat Internasional untuk Dongkrak Daya Saing Industri
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Indonesia perlu menyiapkan setidaknya 100.000 insinyur bersertifikat internasional dalam lima tahun ke depan guna memperkuat daya saing industri nasional. Hal ini disampaikan Ketua Umum Persatuan Insinyur Indonesia (PII), Ilham Akbar Habibie, dalam Seminar Nasional Outlook Industrialisasi Indonesia yang digelar di ICE BSD, Tangerang, Sabtu (5/7).
Menurut Ilham, penguatan SDM teknik dan sertifikasi global merupakan langkah krusial agar Indonesia mampu bersaing di era manufaktur canggih dan digitalisasi industri. Tanpa SDM unggul, Indonesia akan tertinggal dalam mengembangkan sektor teknologi tinggi dan industri bernilai tambah.
“Untuk berkompetisi secara internasional, kita butuh minimal 100.000 insinyur bersertifikasi global. Ini menjadi salah satu prioritas kerja PII,” tegas Ilham.
Baca Juga
Dia mengungkapkan bahwa rasio insinyur di Indonesia masih rendah, yaitu hanya sekitar 15 insinyur per 10.000 penduduk. Angka ini jauh tertinggal, dibanding Korea Selatan (80 per 10.000) dan Jepang (65 per 10.000). Kedua negara tersebut kini telah menjadi negara maju dengan teknologi tinggi sebagai pilar industrinya. “Jumlah insinyur aktif di PII saat ini baru 92.000 orang. Ini belum cukup untuk mendukung transformasi industri nasional,” tambah Ilham.
Untuk menjawab tantangan tersebut, PII mendorong percepatan sertifikasi insinyur nasional melalui Dewan Insinyur Indonesia (DII) dan menyelaraskannya dengan standar global.
Baca Juga
Pengurangan Risiko Tembakau Jadi Fokus Diskusi di Technovation 2025
“Kita harus menyetarakan sistem dan kualitas sertifikasi dengan negara lain. Ini sudah dimulai, tapi prosesnya harus terus beradaptasi karena dunia juga berubah,” kata Ilham.

