Sssttt…! Ada Taksi Terbang Asal China di PIK 2
JAKARTA, investortrust.id — Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Ditjen Hubud Kemenhub) menggelar demonstrasi penerbangan advanced air mobility (AAM) taksi terbang asal China, EHang 216S, di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Jakarta Utara, Rabu (25/6/2025).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan jam terbang dan pengalaman kru, serta merupakan kelanjutan dari proses pendampingan dan evaluasi yang telah dilakukan Ditjen Hubud terhadap PT Prestige Aviasi sejak 2021. Proses tersebut meliputi pelatihan kru, uji coba terbang tanpa muatan, dan demonstrasi terbatas oleh kru internal.
“Seluruh kegiatan ini dievaluasi dengan manajemen risiko yang ketat untuk menjamin keselamatan. Kami mengambil pendekatan eksperimental guna memfasilitasi pembelajaran teknologi dan persiapan operator,” ujar Dirjen Hubud, Lukman F Laisa dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (27/6/2025).
Baca Juga
Taksi Terbang Segera Uji Coba di IKN, Kemenhub Tekankan Pentingnya Keamanan dan Regulasi
Menurut Lukman, Ditjen Hubud juga telah melakukan evaluasi teknis terhadap aspek keselamatan penerbangan dan menerbitkan persetujuan operasi untuk kegiatan demonstrasi penerbangan di PIK 2.
Kajian lebih lanjut, kata Lukman, masih diperlukan untuk memastikan pemenuhan seluruh aspek keselamatan dan keamanan penerbangan, infrastruktur vertiport, serta dampaknya terhadap lingkungan sebelum AAM dapat digunakan sebagai moda transportasi udara komersial.
Dia menegaskan, Kemenhub berkomitmen mendorong pemanfaatan teknologi AAM di masa depan dengan tetap memperhatikan keselamatan dan keamanan penerbangan sesuai standar Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO).
“Kerangka regulasi nasional tengah disiapkan untuk mendukung implementasi teknologi ini secara bertahap dan terkendali. Ditjen Hubud juga sudah berkoordinasi dengan Civil Aviation Administrator China terkait kerja sama di bidang emerging technology, terutama AAM,” tutur Lukman.
Beroperasi Tanpa Pilot
EHang 216S merupakan kendaraan udara otonom alias autonomous aerial vehicle (AAV) garapan EHang Holdings Limited yang berasal dari Guangzhou, China.
Taksi udara ini beroperasi tanpa pilot dan dilengkapi 16 rotor yang terpasang pada delapan lengan dengan sistem baling-baling kontra-rotating. Dimensi panjang, lebar, dan tinggi masing-masing mencapai 5,61 meter dan 1,76 meter.
Baca Juga
Setelah Ehang216, Taksi Terbang Korea Selatan Akan Uji Coba di Juli 2024
Dengan berat kosong sekitar 360 kg, EHang 216S mampu membawa beban maksimum 220-260 kg, cukup untuk dua penumpang dan barang bawaan ringan.
EHang 216S memiliki kecepatan maksimum 130 km per jam dan kecepatan jelajah 100 km per jam. Jarak tempuh maksimalnya mencapai 35 km, tergantung beban dan kondisi cuaca, dengan durasi penerbangan berkisar 21-25 menit.
Ehang 216S menggunakan 16 baterai lithium-ion yang dapat diganti secara cepat, dengan waktu pengisian penuh sekitar 2 jam atau kurang dari 30 menit untuk penggantian baterai. EHang 216S mampu terbang hingga ketinggian 3.000 meter, meskipun dalam operasi umumnya digunakan pada ketinggian yang lebih rendah demi keselamatan.

