Komit Bangun 1 Juta Rusun, Investor Qatar Siap Berkantor di Indonesia
JAKARTA, investortrust.id - Investor Qatar, Syekh Abdul Aziz Abdul Rahman Hassan Al-Thani akan menggelar pertemuan resmi dengan pemerintah dalam waktu dekat mengenai komitmen investasinya membangun 1 juta rumah susun (rusun) di perkotaan Indonesia. Sekjen Dewan Keluarga Kerajaan Qatar itu siap berkantor di Tanah Air.
“Besok kalau nggak salah ada konferensi pers mereka (investor Qatar), mereka ada di sini (Indonesia). Kalau nggak salah di Hotel Ritz-Carlton,” kata Wakil Menteri (Wamen) Perumahan dan Kawasan Permukiman, Fahri Hamzah di Kantor Kementerian PKP, Jakarta Selatan, Rabu (25/6/2025).
Anggota Satuan Tugas (Satgas) Perumahan, Bonny Z Minang sebelumnya mengungkapkan, pihaknya telah menyurati Syekh Abdul Aziz Abdul Rahman Hassan Al-Thani untuk segera melanjutkan komitmen investasinya dari nota kesepahaman (MoU) menjadi special purpose vehicle (SPV).
Baca Juga
Satgas Perumahan Surati Investor Qatar, Beri Tenggat hingga Mei 2025
“Ya, Anda datang ke sini, buatlah SPV, buat kantor yang benar-benar di sini di Indonesia. Setelah mendapatkan kontrak, kami akan berikan apa yang Anda mau. Di situlah Pak Fahri Hamzah (Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman) berperan untuk memudahkan semua proses (investasi) mereka,” tegas Bonny, beberapa waktu lalu.
Setelah SPV terbentuk, menurut Bonny, investor Qatar bebas membentuk usaha patungan (joint venture) dengan perusahaan dalam negeri atau tidak. “Kami cuman ingin begini, biaya pembangunan (1 juta unit rumah susun) itu tidak bergantung pada APBN. Dia membangun, dia punya hak jual, dia punya keuntungan, ambil saja. Setelah itu, aset ini dikelola oleh negara,” tambahnya.
Satgas Perumahan memberikan tenggat kepada investor Qatar setidaknya pada Mei 2025 telah membentuk SPV di Tanah Air.
Pada kesempatan lain, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) Nixon LP Napitupulu mengatakan, pihaknya telah menjalin kemitraan strategis dengan perusahaan investasi asal Qatar, AlQilaa International Group, terkait implementasi program perumahan nasional melalui pembangunan 1 juta unit hunian untuk masyarakat Indonesia
Baca Juga
ADB Bakal Suntik Pinjaman Sebesar Rp 8,24 Triliun ke Program 3 Juta Rumah Prabowo
“Kami menjalin kemitraan strategis dengan Investor asal Qatar AlQilaa International Group yang dalam tahap awal akan membangun 100 ribu unit hunian,” jelas Nixon.
Menurut Nixon, untuk tahap awal, pembangunan 100 ribu unit ini akan dilakukan dalam bentuk hunian vertikal, seperti apartemen atau rusun bersubsidi di daerah perkotaan, seperti Jakarta.
Adapun nilai investasi yang digelontorkan AlQilaa Group untuk pembangunan tersebut sekitar US$ 20.000 untuk satu unit hunian atau total sekitar US$ 2 miliar atau Rp 32,59 triliun (asumsi kurs Rp 16.295 per dolar AS) untuk 100 ribu unit hunian.

