Rosan Pastikan Ray Dalio Tetap Jadi Penasihat Danantara, tetapi...
JAKARTA, investortrust.id - CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) Rosan Perkasa Roeslani memastikan nama konglomerat asal Amerika Serikat (AS), Raymond Thomas Dalio atau Ray Dalio tetap menjadi advisor atau penasihat lembaga sovereign wealth fund tersebut.
Rosan menegaskan kembali terkait kejelasan posisi Ray Dalio di Danantara lantaran adanya spekulasi yang menyebut konglomerat AS itu mundur dari posisi penasihat.
"Ada berita dia enggak jadi, akhirnya saya bilang, kalau yang bantah saya susah," katanya saat menjadi pembicara tunggal dalam Meet The Leaders di Universitas Paramadina, Trinity Tower, Jakarta, Jumat (13/6/2025) malam.
Baca Juga
Ray Dalio Tegaskan Komitmen sebagai Penasihat Danantara Indonesia
Meski demikian, Rosan menyebut ada persyaratan tersendiri yang diajukan agar Ray Dalio untuk tetap mengisi poisisi sebagai penasihat Danantara. Diakui oleh Rosan, Ray Dalio enggan untuk menerima gaji sebagai penasihat Dananta.
"Dia (Ray Dalio) bilang, saya tetap advisors, tetapi saya tidak mau dibayar. Karena kalau dibayar itu, mesti ada report segala macam," ujar Menteri Investasi dan Hilirisasi/ Kepala BKPM itu.
Mantan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk AS itu mengungkapkan, kehadiran nama-nama beken sebagai jajaran penasihat Danantara membuktikan kepercayaan global terhadap sovereign wealth fund yang menjadi inisiasi Presiden Prabowo Subianto tersebut.
"Do you think nama-nama besar itu akan akan mengorbankan nama mereka untuk sesuatu yang mereka yakini itu tidak berjalan? Kalau nama-nama besar itu saja yakin, dengan keberadaan Danantara, mestinya kita di sini juga yakin," ungkapnya.
Lebih lanjut, Rosan meminta publik untuk tidak terlampau mengkhawatirkan kinerja manajemen Danantara. Bukan tanpa alasan, ia mengatakan seluruh lembaga berwenang menempati posisi sebagai pengawas Dananta.
"Kalau boleh saya sampaikan, mungkin Danantara adalah perusahaan atau agensi pemerintah yang paling banyak diawasi, kenapa? You name it, semua aparat ada, dari ketua KPK, Kapolri, kejaksaan, BPK, BPKP, semuanya ada dan kita harus report ke mereka, pengawasnya," jelasnya.
Sebelumnya Ray Dalio menegaskan komitmen sebagai penasihat BPI Danantara Indonesia. Komitmen itu menepis isu Ray Dalio batal bergabung dengan Danantara yang belakangan santer beredar.
Baca Juga
Rosan dan Pandu Bantah Isu Ray Dalio Batal Jadi Dewan Penasihat Danantara
Pernyataan bersama yang dirilis Danantara dan Ray Dalio, Rabu (4/6/2025) menegaskan tidak ada perubahan dalam hubungan kemitraan tersebut. Dalio tetap menjadi bagian penting dari proses transformasi Danantara sebagai penasihat informal, baik bagi institusi maupun bagi Presiden Prabowo Subianto.
“Saya tetap menjadi pendukung setia misi Danantara Indonesia,” ujar Ray Dalio dalam pernyataan tersebut.

