Harga Emas Makin Mengkilap karena Data Inflasi AS
CHICAGO, Investortrust.id - Harga emas naik pada Rabu (11/6/2025) atau Kamis (12/6/2025) dini hari WIB dibantu data inflasi AS yang lebih dingin dari perkiraan. Hal ini memperkuat ekspektasi investor bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada September.
Harga emas di pasar spot naik 0,1% menjadi US$ 3.324,72 per ons pada pukul 17.55 GMT atau 00.55 WIB setelah naik sebanyak 1% pada awal sesi dan harga emas berjangka AS tidak berubah pada US$ 3.343,7.
Data menunjukkan Indeks Harga Konsumen (consumer price index/CPI) atau inflasi AS naik 0,1% bulan lalu setelah mencapai 0,2% pada April. Ekonom yang disurvei Reuters memperkirakan CPI naik 0,2% dan naik 2,5% dari tahun ke tahun.
“CPI inti yang rendah mendorong logam mulia naik karena imbal hasil obigasi AS dan dolar jatuh. Harapannya akan memangkas suku bunga The Fed lebih cepat,” kata trader logam independen Tai Wong dilansir CNBC.
Baca Juga
Harga Emas Antam Naik karena Perang Dagang dan Konflik Rusia-Ukraina
Para trader saat ini memperkirakan peluang sebesar 68% bahwa bank sentral AS akan memangkas suku bunga pada September, menurut alat CME FedWatch.
Sementara Presiden AS Donald Trump mengatakan, kesepakatan dengan China telah dilakukan, dengan Beijing memasok magnet dan mineral tanah jarang. Adapun Washington akan mengizinkan mahasiswa China di perguruan tinggi AS.
Fokus pasar saat ini adalah data Indeks Harga Produsen AS, yang akan dirilis pada Kamis sebelum pertemuan The Fed pada 17-18 Juni.
Baca Juga
Harga Emas Naik Gara-gara Drama Dagang AS-Tiongkok Saat Investor Menanti Data Inflasi
Sementara platinum naik 2,9% menjadi US$ 1.256,70, mencapai level tertinggi sejak 2021. Adapun harga perak turun 1,2% menjadi US$ 36,11 per ons dan paladium naik 1,3% menjadi US$ 1.074,25.

