Bos Toyota (TMMIN) Yakin Kebijakan Tarif Trump Tak Surutkan Ekspor Otomotif
JAKARTA, investortrust.id - PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) mengungkapkan kebijakan Presiden Amerika Serikat (AS) yang menerapkan bea masuk impor sejumlah produk Indonesia sebesar 32% tidak akan berdampak terhadap ekspor TMMIN.
"Jadi pengaruh langsung tidak, tapi pengaruh yang tidak langsung yang kita khawatirkan" ucap Wakil Presiden Direktur TMMIN Bob Azam kepada investortrust.id, Sabtu (5/4/2025).
Baca Juga
Poin Penting Dampak dan Strategi yang Harus Ditempuh RI atas Tarif Resiprokal Trump
Bob menjelaskan, pengaruh tidak langsung yang dikhawatirkan Toyota terhadap kinerja atau pertumbuhan perusahaannya adalah suku bunga, serta nilai mata uang dan perekonomian yang mengalami penyusutan atau penurunan nilai karena adanya tarif impor yang tinggi.
"Tapi pengaruh yang tidak langsung yang kita khawatirkan. Misalnya pengaruh terhadap suku bunga, currency dan ekonomi yang shrinking karena tarif," terangnya.
Jika melihat data dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), Grup Astra Toyota dan Daihatsu mengekspor mobil sebanyak 276.865 unit sepanjang 2024 lalu. Angka tersebut turun 6,20% secara year-on-year (yoy) dibandingkan periode 2023 sebanyak 295.172 unit.
Baca Juga
Harga Emas Anjlok karena Aksi Jual di Pasar Saham Picu Investor Tutupi Kerugian
Dalam ekspornya, produk yang masih menjadi andalan Toyota adalah Innova Zenix dan Yaris Cross Hybrid Electric Vehicle (HEV) yang berhasil tembus 18.553 unit pada 2024. Angka ini naik 111% dibandingkan pencapaian 2023 sebesar 8.792 unit.
Adapun, pasar terbesar Toyota untuk melakukan ekspor di anaranya adalah Asia, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika. Pada tahun 2025 ini, Toyota sendiri menargetkan kinerja ekspor mobil secara kumulatif dapat menyentuh angka 3 juta unit.

