Kementerian PKP Bakal Salurkan 30.000 Rumah Subsidi ke Tenaga Kesehatan
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) akan menyalurkan rumah bersubsidi dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) sebanyak 30.000 unit ke tenaga kesehatan (nakes) di seluruh Indonesia.
Prosesi ini akan berlangsung di delapan titik pada 28 April 2025, mulai Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Utara, Aceh, Papua, dan Sumatera Utara.
“Jadi, tolong dikosongkan waktu Pak Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin), Bapak Menteri Bappenas (Rachmat Pambudy) dan Ibu Kepala BPS (Amalia Adininggar Widyasanti) ya, tanggal 28 (April 2025) kita serah terima kepada bidan kita, perawat kita, dan tenaga kesehatan masyarakat,” kata Menteri PKP Maruarar Sirait (Ara) saat penandatanganan nota kesepahaman "Dukungan Perumahan untuk Perawat, Bidan, dan Tenaga Kesehatan" di kantor Kementerian PKP, Jakarta, Kamis (27/3/2025).
Baca Juga
Kepala BP Tapera Optimistis Target 220.000 Rumah FLPP Tersalurkan Hingga Akhir 2025
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menyampaikan, pihaknya telah mendata sekitar 30.000 dari 37.000 nakes yang berstatus masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Mereka akan diberikan rumah subsidi guna mendukung program 3 juta rumah.
“Jadi kita berterima kasih, kenapa? Karena 30.000 (rumah) ini kalau dikalikan 80 meter persegi, ini mesti disiapkan 2,4 juta meter persegi tanah yang disediakan oleh Pak Presiden dan Pak Ara. Kalau dikalikan Rp 160 juta per rumah itu ada Rp 4,8 triliun disediakan oleh mereka,” ucap Budi Gunadi.
Maruarar langsung memberikan pertanyaan kepada Komisioner Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), Heru Pudyo Nugroho berapa kuota rumah bersubsidi yang akan dilakukan serah terima, khususnya di Jawa Tengah yang akan dilaksanakan 28 April 2025 mendatang. “Saya ulangi ya, terakhir kasihnya berapa (rumah) biar saya kunci?” tanya Ara.
“Minimal 300 (unit),” jawab Heru.
“Oke, salaman dahulu ya,” kata Ara saat berjabat tangan dengan Komisioner BP Tapera.
Diberitakan sebelumnya, Heru memaparkan, sebanyak 140.619 rumah subsidi dengan skema FLPP telah disalurkan sejak dilantiknya Presiden Prabowo Subianto hingga 26 Maret 2025.
Baca Juga
Bertemu Bos Lippo dan Sinar Mas, Menteri PKP Usulkan Skema Baru di Luar FLPP
“Mulai 20 Oktober 2024 sampai 25 Maret 2025, progres (rumah subsidi) yang sudah terbangun, mulai pembangunan masih berjalan, ready stock, persetujuan kredit sebelum akad, kemudian akad kredit itu sekitar 62.202 unit. Kemudian yang sudah terealisasi sampai 26 Maret, kurang lebih 140.619 unit,” papar Heru di kantor Kementerian PKP beberapa waktu lalu.
Dia menyampaikan, pemerintah juga telah menyerahterimakan akad masal perumahan bagi tenaga pendidik sekitar 20.000 kepala keluarga (KK) pada Selasa (25/3/2025).
Dikatakan Heru, Kementerian PKP bersama Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga telah berkomitmen untuk pengalokasian 30.000 kuota rumah bersubsidi yang akan dilakukan penandatanganan MoU-nya pada Kamis (27/3/2025). “Untuk perawat 15.000 (rumah), bidan 10.000 (rumah), dan tenaga pelayanan kesehatan masyarakat 5.000 (rumah),” terangnya.

