28.000 Kendaraan Mandek di GT Kalikangkung pada Libur Nataru, Mengapa?
SUBANG, investortrust.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mengungkapkan, sebanyak 28.000 kendaraan mandek atau berhenti di gerbang tol (GT) Kalikangkung Tol Semarang - Batang pada periode Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) lalu.
Anggota Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) Kementerian PU unsur masyarakat Tulus Abadi menjelaskan, puluhan ribu kendaraan tersebut imbas dari pengguna jalan yang tidak menyiapkan saldo kartu uang elektronik (KUE) sebelum perjalanan jauh dilakukan.
''Pada Nataru tahun lalu itu kekurangan saldo sampai di Kalikangkung, itu jumlah kendaraannya mencapai 28.000 (unit),'' ungkap dia dalam konferensi pers di kantor Astra Infra Tollroad Cipali, Subang, Jawa Barat, Kamis (13/3/2025).
Baca Juga
Arus Balik Padat, Polisi Terapkan One Way di Tol Dalam Kota Semarang hingga Kalikangkung
Dia menyampaikan, pihaknya terus mengimbau kepada para pengguna jalan tol untuk menyiapkan saldo KUE mengingat prediksi pergerakan angkutan Lebaran 2025 lebih 30 juta orang akan berkendara menggunakan mobil pribadi.
''Kami mengimbau masyarakat untuk betul-betul memastikan saldo tolnya cukup. Apalagi tarif tol sudah naik sebagian. Prediksinya, kalau sampai Kalikangkung itu (tarif tolnya) kira-kira Rp 500.000 - 600.000. Nah, itu (saldo) harus diisi lebih dari itu mestinya,'' tutur Tulus.
Diberitakan sebelumnya, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memproyeksikan, tren pergerakan pemudik akan didominasi kendaraan mobil pribadi sebanyak 33,69 juta unit sepanjang periode libur Lebaran 2025/1446 hijriah.
“Potensi kepadatan mobil pribadi akan terjadi di semua jalan tol, baik di Jawa maupun luar Jawa, utamanya di Tol Trans-Jawa. Dari total pengguna mobil pribadi sebanyak 33,69 juta kendaraan, sebesar 23,6% atau 7,95 juta kendaraan akan menggunakan Tol Trans-Jawa sebagai jalur utama yang akan dilalui,” kata Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi dalam rapat kerja (raker) bersama Komisi V DPR di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa (11/3/2025).
Baca Juga
Catat! Sistem Satu Arah Tol Kalikangkung-Cipali Mulai Diberlakukan Hari Ini
Adapun dengan diberlakukannya WFA, lanjut Dudy, tren pergerakan arus mudik menggunakan mobil pribadi terjadi pergeseran keberangkatan pada H-7 hingga H-5 dengan puncak keberangkatan pada H-3 Lebaran atau 28 Maret 2025 sekitar 10,3% atau 3,47 juta orang.
“Kemudian puncak arus balik diperkirakan terjadi pada H+5 setelah libur Lebaran, yakni pada Minggu, 6 April (2025), sebesar 20,7% atau sebanyak 6,97 juta orang,” ucap dia.

