InJourney Proyeksikan Penumpang Pesawat Lebaran 2025 Tembus 10,8 Juta
JAKARTA, investortrust.id - PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyampaikan kesiapan menyambut periode libur Lebaran 2025/1446 Hijriah. Penumpang pesawat udara pada libur Lebaran tahun ini diperkirakan mencapai 10,8 juta orang.
Direktur Utama InJourney, Maya Watono mengatakan, seluruh anak perusahaan InJourney Group telah menyiapkan berbagai event untuk memeriahkan Ramadan dan Idulfitri tahun ini. “Menyambut arus mudik dan libur lebaran ini, kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia mulai dari sisi kebandarudaraan dengan memberikan pengalaman berkesan selama perjalanan mudik hingga experience di destinasi pariwisata," katanya dalam konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (6/3/2025).
Maya mengungkap pada musim mudik Lebaran tahun ini, diperkirakan ada total pergerakan penumpang mencapai 10,8 juta penumpang dengan pertumbuhan sebesar 9,3% dibandingkan tahun 2024. Ia memastikan InJourney Airports dan InJourney Airports Services (IAS) juga telah melakukan persiapan yang cermat untuk mengantisipasi lonjakan trafik penumpang dan pesawat di bandara.
Sementara itu, pergerakan penumpang domestik diperkirakan naik 9,24% dan internasional naik 9,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara pergerakan pesawat diperkirakan mencapai 81.401 dengan pertumbuhan sebesar 5,10% dibandingkan tahun 2024 dengan rata-rata harian pesawat sebesar 3.700 pergerakan.
Baca Juga
InJourney Dukung Kebijakan Penurunan Harga Tiket Pesawat Selama Ramadan dan Idul Fitri Tahun 2025
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang ini, InJourney Airports dan IAS mempersiapkan pelayanan optimal untuk ground handling dan baggage handling serta optimalisasi personel dan facility care. Persiapan mulai dari jumlah personel yang terdiri dari 11.912 personel internal dan 5.293 personel eksternal. Berbagai fasilitas pendukung juga disiapkan dengan sebaik-baiknya seperti 1.632 unit counter check in, 222 unit self check-in, 17.508 unit trolley, 1.181 unit toilet, 246 musala, 185 unit conveyor belt, dan 40 unit golf cart.
Kemudian dirinya menjelaskan bahwa di sisi kebandarudaraan, InJourney melalui InJourney Airports, mendukung kebijakan pemerintah dalam menurunkan harga tiket dengan memberikan potongan tarif kebandarudaraan yakni potongan 50% untuk Passanger Service Charge atau PJP2U (pelayanan penumpang) dan PJP4U (landing fee dan parking fee).
"Hal ini berlaku untuk pembelian tiket mulai 1 Maret hingga 7 April 2025, untuk tiket perjalanan antara tanggal 24 Maret hingga 7 April 2025," sambungnya.
Beberapa tools juga diterapkan untuk pengelolaan bandara dalam rangka menghadapi masa peak season lebaran seperti AOCC (Airport Operation Control Center), MOT (Manajemen Operasi Berbasis Traffic), TOC (Terminal Operation Control), Dedicated Cleaner, Leaders Hands On terlebih dalam rangka perpindahan maskapai Citilink dari Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno Hatta ke Terminal 1B Bandara Internasional Soekarno Hatta.
Selain itu ada pemberian slot time extra flight selama periode mudik lebaran dengan mengoptimalkan kapasitas bandara serta memperhatikan tingkat level of services tetap tercapai.
Baca Juga
Kementerian BUMN Kebut Transformasi Sektor Aviasi dan Pariwisata Lewat InJourney

