Operator Tol Optimistis Penerapan Diskon Tarif Tol 20% Tak Bikin Rugi
JAKARTA, investortrust.id - PT Jasa Marga Tbk (JSMR) dan PT Hutama Karya (Persero) akan menerapkan diskon atau potongan harga tarif tol 20% di Tol Trans-Jawa dan Trans-Sumatera.
Kebijakan tersebut sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mendukung angkutan Lebaran (angleb) 2025. Lantas apakah kebijakan diskon tarif tol ini akan merugikan kedua perusahaan tersebut?
Baca Juga
Jasa Marga (JSMR) Buka Peluang Diskon Tarif Tol 30% Selama Lebaran, Cek Ruasnya
Direktur Utama Jasa Marga Subakti Syukur menyebutkan, kebijakan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah yang pro-rakyat dan dipastikan tidak akan berpengaruh pada hilangnya pendapatan atau revenue perusahaan.
''Diskon tarif tol merupakan bagian dari aspek sosial dan lingkungan yang didorong pemerintah. Jadi tidak terlalu berpengaruh (pada pendapatan)," kata Subakti Syukur dalam konferensi pers persiapan Ramadan dan Idulfitri 2025 di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa (4/3/2025).
Hal senada juga disampaikan Direktur Utama Hutama Karya Budi Harto. Menurutnya, dengan lonjakan pergerakan pemudik yang diberikan potongan tarif tol, justru akan menaikkan pendapatan perusahaan. ''Kalau loss margin insyaallah tidak ada, karena ada kenaikan lalu lintas kendaraan," jelas Budi.
Sebelumnya diberitakan, Jasa Marga akan menerapkan potongan tarif tol 20% di Tol Trans Jawa yang mulai berlaku pada 24-27 Maret 2025 dan 8-9 April 2025 guna mendukung kelancaran periode libur Lebaran 2025.
Baca Juga
Pemerintah Ungkap Diskon Tarif Tol 20% Berlaku di Angkutan Lebaran 2025
“Potongan tarifnya, kalau perhitungan dari Kementerian Perhubungan itu 4 hari yang sangat penting. Namun, kita memberikan 6 hari, dan tidak cukup itu saja karena nanti ada rekayasa lalu lintas yang harus kita prioritaskan juga, yaitu pada 24-27 Maret 2025 (arus mudik), kemudian di arus baliknya kita tambahkan di 8-9 (April 2025),” papar Subakti.
Adapun beberapa ruas tol yang mendapatkan potongan tarif tersebut, yakni Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Jalan Layang MBZ, Palimanan-Kanci (Palikanci), Batang-Semarang, dan Semarang ABC.
“Pemberian potongan tarif tol dari Jakarta menuju Semarang dan sebaliknya di ruas Tol Trans-Jawa, besaran potongan tarif tol yaitu 20% untuk semua golongan kendaraan,” tandas Subakti.
Terpisah, Budi Harto mengungkapkan, pihaknya akan menerapkan diskon atau potongan tarif tol sebesar 20% di Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS). Menurutnya, diskon akan diberlakukan pada 24-27 Maret 2025 dan 8-9 April 2025 guna mendukung kelancaran periode libur Lebaran 2025. “Kami juga akan memberlakukan potongan tarif, yaitu mulai tanggal 24-27 Maret (2025) dan tanggal 8-9 April (2025). Potongannya sama 20%,” tutur Budi.
Adapun lima ruas tol yang dikenakan diskon tarif sebesar 20% yaitu Ruas Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung, Indralaya-Prabumulih, Pekanbaru-Dumai, Indrapura-Kisaran, dan Kuala Tanjung-Tebing Tinggi-Parapat.
Selain itu, Hutama Karya juga akan memfungsionalkan dua ruas tol yang belum bertarif, seperti Binjai-Langsa Seksi 3 (Tanjung Pura-Pangkalan Brandan) dan Bayung Lencir-Tempino.
Seperti diketahui, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, diskon tarif tol akan diterapkan di sejumlah ruas sebesar 20% pada angkutan Lebaran 2025.
“Dari Kementerian PU sudah berkoordinasi, untuk pengguna jalan darat, ada diskon 20% untuk tol di sejumlah atau di berbagai ruas jalan tol yang ada di Indonesia. Ini sebuah upaya untuk bisa mengurangi biaya perjalanan darat masyarakat kita,” ungkap AHY beberapa waktu lalu.

