Bahlil Ungkap Sejumlah Proyek Strategis Hilirisasi, dari Kilang Minyak hingga DME
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadali mengungkapkan sejumlah proyek strategis hilirisasi yang bakal digarap oleh pemerintah. Diketahui, pemerintah telah menyepakati 21 proyek hilirisasi tahap pertama dengan total investasi mencapai US$ 40 miliar.
Bahlil membeberkan, salah satu proyek utama adalah pembangunan storage proyek minyak di Pulau Nipah guna meningkatkan ketahanan energi nasional. Penyimpanan minyak ini ditargetkan dapat memenuhi kebutuhan nasional selama 30 hari sesuai dengan amanat Peraturan Presiden.
Selain itu, pemerintah juga akan membangun kilang minyak (refinery) berkapasitas 500.000 barrel oil per day (BOPD) yang akan menjadi salah satu fasilitas pengolahan minyak terbesar di Indonesia. Proyek ini bertujuan untuk memastikan pasokan energi dalam negeri lebih stabil dan mengurangi ketergantungan impor.
Di sektor gasifikasi batu bara, pemerintah menargetkan pengembangan produksi Dimethyl Ether (DME) sebagai substitusi LPG. Menurut Bahlil, proyek DME kali ini akan dijalankan dengan pendekatan berbeda, yakni mengandalkan sumber daya dalam negeri tanpa ketergantungan pada investor asing.
“Sekarang kita tidak butuh investor negara semua lewat kebijakan Bapak Presiden dengan memanfaatkan resource dalam negeri. Yang kita butuh mereka adalah teknologinya, yang kita butuh uangnya capex-nya semua dari pemerintah dan dari swasta nasional, kemudian bahan bakunya dari kita, dan off taker-nya pun dari kita,” kata Bahlil kepada awak media, dikutip Selasa (4/3/2025).
Baca Juga
Pemerintah Siap Hilirisasi 21 Proyek, Investasi Awal US$ 40 Miliar
Bahlil menyebutkan, proyek DME akan dikembangkan secara paralel di Sumatra Selatan, Kalimantan Timur, dan Kalimantan Selatan. Selain DME, pemerintah juga akan meningkatkan nilai tambah di sektor pertambangan, seperti tembaga, nikel, dan bauksit hingga menjadi alumina.
Di samping itu, sektor perikanan, pertanian, dan kehutanan pun turut menjadi bagian dari prioritas hilirisasi.
“Kami telah memutuskan tahap pertama hilirisasi yang ditargetkan kurang lebih sekitar US$ 618 miliar. Untuk di tahun 2025 yang tadi kami paparkan kurang lebih sekitar 21 proyek pada tahap pertama yang total investasinya kurang lebih sekitar US$ 40 miliar,” ujar dia.

