Kemenperin Benarkan Pabrik Sanken di Cikarang Tutup Juni 2025
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) membenarkan PT Sanken Indonesia, perusahaan penanaman modal asing (PMA) di kawasan MM2100 Cikarang Barat, Jawa Barat, akan tutup mulai Juni 2025.
Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elekronika (ILMATE), Setia Diarta menyebutkan, Sanken telah melaporkan rencana penghentian produksinya pada sistem Online Single Submission (OSS).
Baca Juga
Kemenperin: PMI Manufaktur RI bisa Lebih Tinggi, Jika Relaksasi Impor Dicabut
"Jadi, kalau menurut data di OSS, mereka sudah lapor untuk menutup line produksi di Indonesia atas permintaan mother company di Jepang," ucap Setia saat ditemui di Kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (18/2/2025).
Setia menjelaskan, Sanken memproduksi peralatan listrik berupa transformator atau trafo dan penyimpan daya listrik cadangan (uninterruptible power supply/UPS). Berbeda dengan PT Sanken Argadwija di Tangerang yang memproduksi peralatan elektronik, seperti dispenser, TV, kipas angin, kulkas, dan home appliance lainnya.
Menurut Setia Diarta, produksi PT Sanken menurun sejak 2023 hingga 2024. Bahkan, utilisasi atau kapasitas pabrik yang terpakai turun hingga menjadi 14%.
"Nah, demand di dalam negeri ini tidak bisa memenuhi kuota karena dari 2023-2024, bahkan dari sebelumnya, produksi mereka sudah menurun. Tahun lalu, utilisasinya hanya 14%," tutur dia.
Baca Juga
Kemenperin Catat Indeks Kepercayaan Industri Januari Ekspansi Jadi 53,1
Kabar penutupan pabrik Sanken di kawasan industri MM2100 beredar di media sosial melalui unggahan video pada akun Instagram bernama @publikcikarang.
Pembuat konten pada akun tersebut menyebutkan, ada pihak yang mengkhawatirkan nasib karyawan PT Sanken. Selain itu, masih ada masalah kompensasi pesangon yang belum diselesaikan antara perusahaan dan karyawan pabrik.
"Hari ini ada permasalahan yang belum clear di perusahaan, kita doakan, kita berharap mudah-mudahan terjadi titik temu ya, antara harapan karyawan, juga dengan manajemen. Walau bagaimana pun, selama ini karyawan sudah membangun perusahaan ini dengan baik," ungkap video di akun @publikcikarang.

