Kepala BGN Yakin Akan Terima Tambahan Anggaran Rp 100 Triliun, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meyakini akan menerima tambahan anggaran sebesar Rp 100 triliun untuk mendukung program makan bergizi gratis (MBG). Anggaran ini diambil dari sebagian efisiensi anggaran yang dibuat Presiden Prabowo Subianto.
“Kebutuhan kita, kalau nanti penambahan itu atau percepatan (sasaran) dimulai September, maksimal kita hanya butuh Rp 100 triliun,” kata Dadan, saat di kompleks parlemen, Jakarta, Rabu (12/2/2025).
Baca Juga
Dengan dana tambahan maksimal Rp 100 triliun tersebut, anggaran efisiensi pemerintah masih tersedia Rp 206 triliun. Menurutnya, anggaran itu bisa digunakan untuk program-program lainnya sesuai tiga kriteria, antara lain peningkatan lapangan kerja, produktivitas, dan inovasi.
Dia menyebut, anggaran efisiensi yang mencapai Rp 306 triliun akan diarahkan untuk program-program yang mencakup tiga hal tersebut yang tersebar di banyak kementerian/lembaga (K/L) lain.
“Kalau Badan Gizi (Nasional) ketiganya terpenuhi karena program makan bergizi akan menciptakan 1,5 juta (pekerja) di satuan pelayanan. Belum nanti dari rantai pasok,” ujar dia.
Baca Juga
Kepala BGN Ungkap Sudah Ada 246 SPPG dengan 733.000 Penerima Manfaat MBG
Selain itu, Dadan mengatakan, program MBG juga mendorong produktivitas lahan-lahan tidur. Dengan optimalisasi ini, hasil pertanian dapat menjadi bahan baku pemasok ke BGN. “BGN juga meningkatkan inovasi karena untuk melayani orang itu perlu rasa yang bagus,” kata dia.
Dadan menjelaskan program MBG memiliki tiga kunci sukses, di antaranya anggaran, sumber daya manusia, dan infrastruktur. Persoalan anggaran di BGN telah diselesaikan dengan meminta persetujuan Komisi IX DPR. Sementara itu, persoalan SDM untuk pelaksanaan MBG akan tuntas pada akhir Juli. “Setelah akhir Juli, tidak mungkin langsung diturunkan ke lapangan, dia harus disebar dahulu untuk adaptasi, mungkin September paling cepat,” ucap dia.
Dadan menegaskan, kunci utama dalam kelancaran program MBG, yaitu infrastruktur satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). “Kalau infrastrukturnya ternyata di September siap, kita mulai September. Namun, kalau siapnya November, kita jalani,” kata dia.

