Google Dukung Indonesia Lindungi Anak dari Konten Berbahaya
PARIS, investortrust.id - Google menyatakan dukungannya terhadap upaya Pemerintah Indonesia dalam melindungi anak-anak dari paparan konten berbahaya di dunia digital.
Komitmen ini disampaikan dalam pertemuan antara Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid dengan Wakil Presiden Kebijakan Publik YouTube, Leslie Miller di kantor Google Paris di sela-sela kunjungan acara AI Action Summit awal pekan ini.
Dalam pertemuan tersebut, Meutya menegaskan bahwa pemerintah akan memperketat regulasi guna mencegah anak-anak terpapar konten berbahaya, seperti pornografi anak dan perjudian online.
Baca Juga
Google Ajukan Banding atas Putusan KPPU Soal Dugaan Praktik Monopoli Google Play
“Kami mengharapkan kerja sama Google untuk memastikan lingkungan online yang lebih aman bagi anak-anak Indonesia,” ujar Meutya dalam keterangannya, Rabu (12/2/2025).
Regulasi ini dianggap mendesak karena kasus pornografi anak dan perjudian online terus meningkat di Indonesia. Laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mengungkapkan bahwa sekitar 80.000 pemain judi online di Indonesia berusia di bawah 10 tahun, atau sekitar 2% dari total pemain.
Menanggapi hal ini, Leslie Miller menegaskan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar terbesar bagi produk Google, termasuk YouTube. Oleh karena itu, pihaknya siap mendukung langkah-langkah pemerintah dalam menciptakan ekosistem digital yang lebih aman bagi anak-anak. “Kami siap bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia untuk memastikan platform kami lebih aman bagi semua pengguna, terutama anak-anak,” sambut Leslie.
Google dan YouTube selama ini telah memiliki berbagai kebijakan untuk melindungi anak-anak di platform mereka, termasuk fitur pembatasan usia, algoritma pendeteksi konten berbahaya, serta YouTube Kids yang dirancang khusus untuk anak-anak dengan kontrol ketat. Namun, dengan meningkatnya ancaman digital, kolaborasi dengan pemerintah dinilai perlu diperkuat agar perlindungan semakin efektif.
Baca Juga
Pangkas Biaya dan Fokus ke AI, Google Tawarkan PHK Sukarela untuk 25.000 Karyawan
Pertemuan ini menjadi langkah penting dalam kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan platform digital global, seperti Google untuk meningkatkan keamanan dunia maya bagi anak-anak. Meutya berharap kerja sama ini dapat menghasilkan solusi konkret yang dapat diimplementasikan segera.
Selain itu, pemerintah juga berencana mengedukasi masyarakat, terutama orang tua dan guru, agar lebih aktif mengawasi aktivitas digital anak-anak. Dengan sinergi antara pemerintah, platform digital, dan masyarakat, diharapkan internet lebih aman bagi anak-anak Indonesia dapat terwujud. (C-13)

