Bahas Kerja Sama RI dengan Inggris, Ketum Kadin Anindya Singgung Soal Cek Kesehatan Gratis
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Anindya Novyan Bakrie melakukan pertemuan bersama sejumlah perwakilan delegasi United Kingdom (UK) atau Inggris Raya. Menurutnya, pertemuan ini dilakukan sebagai agenda rutin Kadin sebagai mitra pemerintah.
Terlebih lagi, Anindya juga menyebutkan pertemuan dengan delegasi ini dilakukan sebagai tindaklanjut pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III dan Perdana Menteri (PM) Keir Starmer beberapa waktu lalu.
"Nah, disitu banyak sekali punya penjanjian yang ditandatangani. Salah satunya, British Petroleum, BP sekarang namanya, dan jumlahnya sampai US$ 8 miliar," ucap Anindya saat ditemui di Ritz Carlton Jakarta, Selasa (11/2/2025).
Tidak hanya berbicara mengenai energi baru terbarukan dengan perwakilan delegasi, Anindya mengungkapkan sebagai perwakilan dari dunia usaha, Indonesia mengajak Inggris untuk melihat kerja sama di sektor kesehatan.
Baca Juga
Ketum Kadin Anindya Sebut Potensi Kerja Sama Perdagangan RI-Uzbekistan Bisa Capai US$ 500 Miliar
Pasalnya diketahui, pemerintahan Presiden Prabowo Subianto secara resmi telah meluncurkan cek kesehatan gratis untuk seluruh masyarakat sejak 10 Februari kemarin.
"Tapi juga mengajak untuk melihat dari sektor kesehatan, karena kesehatan itu dengan adanya program pemeriksaan kesehatan gratis, untuk 250 juta itu bisa menjadi suatu database yang luar biasa," terangnya.
Selain itu, Anindya Bakrie juga berbicara mengenai edukasi terutama untuk melatih tenaga kerja dari Indonesia. Ia mengatakan banyak hal yang didiskusikan bersama dengan perwakilan delegasi Inggris, sehingga ia berharap langkah ini bisa menjadi upaya untuk membuka pasar di negara-negara Barat.
"Ya mudah-mudahan, karena tugas kita di Kadin kan hanya membuka pasar, untuk perdagangan, mencoba menarik investasi buat ke Indonesia, dan pada akhirnya bisa membawa manfaat buat masyarakat luas," papar Anindya.

