Bahlil Beri Kabar Terbaru Pensiun Dini PLTU Batu Bara, Ini Updatenya
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memberi kabar terbaru terkait pensiun dini pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) batu bara yang menjadi perhatian pemerintah. Suntik mati PLTU ini penting dalam mendorong transisi ke energi bersih.
Bahlil menegaskan, pemerintah akan menyuntik mati PLTU yang sudah seharusnya memasuki fase pensiun. Namun, bagi PLTU yang dapat beroperasi dengan baik, tidak bisa buru-buru dipensiunkan.
Baca Juga
Pasokan Listrik EBT Terus Bertambah, Terbaru PLN Siapkan Operasikan PLTA Ini
“Pensiun dini PLTU yang sudah pensiun, kita pensiunkan. Namun, yang belum, berjalan sebagaimana semestinya saja,” ucap Bahlil saat ditemui di sekretariat Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (17/1/2025).
Disampaikan Bahlil, dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2034, pemerintah akan menambah kapasitas listrik nasional hingga 70 gigawatt (GW). Dari jumlah itu, sekitar 60% berasal dari sumber energi baru terbarukan (EBT). “RUPTL 2025 sampai 2034, sekitar 60% itu akan dorong memakai energi baru terbarukan (EBT),” ungkap mantan Menteri Investasi tersebut.
Pemensiunan dini PLTU berpedoman pada Peraturan Presiden (Perpres) 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. Pembuatan roadmap dibutuhkan untuk menentukan PLTU mana yang akan dipensiunkan sebelum dan setelah 2030.
Baca Juga
Berusia Lebih dari 1 Abad, PLTA Bengkok di Bandung Listriki 3.000 Rumah
Kementerian ESDM sebetulnya telah mengumumkan sebanyak 13 PLTU akan dipensiunkan sebelum 2030. Jumlah tersebut diperoleh dari hasil analisis terkait berapa banyak PLTU yang dapat dipensiundinikan untuk mendukung net zero emission (NZE) pada 2060.
“PLTU itu saya harus bikin roadmap, karena kriterianya sudah ada di Perpes 112. Harus memenuhi emisi sekian. Kalau emisinya polluted banget begitu, memenuhi (syarat) untuk di-retirement-kan,” jelas Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Eniya Listiani Dewi.
Disebutkan Eniya, sejumlah PLTU yang sudah tua harus dipensiunkan, seperti PLTU Paiton dan Suralaya. Namun, dengan dibuatnya roadmap, akan ditata lagi untuk mengetahui kadar emisinya, mana saja PLTU yang harus lebih dahulu dipensiunkan.

