Ngadu ke Menperin, Bos Gapmmi Beberkan Stok Garam Industri Mamin Kian Menipis
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) Adhi S Lukman mengadu ke Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita terkait kebutuhan pasokan garam untuk industri makanan dan minuman (mamin) yang semakin menipis.
Adhi mengungkapkan, ketersediaan stok garam para produsen mamin hanya dapat digunakan hingga Februari dan Maret 2025. Bahkan, ada juga produsen yang memiliki stok hanya sampai Januari ini.
Baca Juga
Emiten Mamin Bakal Terpengaruh PPN 12%, Simak Strategi Platinum Wahab Nusantara (TGUK)
"Ini ada yang masih punya stok sampai Februari, ada yang sampai Maret. Namun, ada yang stok pada Januari ini habis," ucap Adhi saat ditemui di kantor Kemenperin, Jakarta, Rabu (15/1/2025).
Kondisi tersebut menurut Adhi, akibat Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 126 Tahun 2022 tentang Percepatan Pembangunan Pergaraman Nasional. Dalam regulasi ini, garam industri tidak lagi diperbolehkan impor pada 2027 mendatang.
"Tentunya kita harus membantu pemerintah bagaimana caranya supaya industri pangan ini tidak terganggu produksinya, apalagi sekarang menjelang Lebaran," terangnya.
Baca Juga
Ia mengungkapkan, kebutuhan garam industri untuk industri pangan, khususnya makanan dan minuman adalah 600.000 ton. Sayangnya, garam lokal yang bisa dipakai untuk kebutuhan industri mamin hanya 300.000 ton.
"Saya sangat berharap kita tidak harus impor, tetapi bagaimana kita mencari solusi. Kalau dalam negeri tidak tersedia, tentunya kita harus ada solusi agar industri makanan tidak berhenti," ungkap Adhi.

