Izin Penjualan iPhone 16 Ditahan, Sampung bakal Salip Apple di Pasar Ponsel Premium?
JAKARTA, investortrust.id – Tertahannya izin penjualan resmi iPhone 16 di Indonesia bisa menjadi angin segar bagi kompetitor, seperti Samsung, Vivo, hingga Huawei. Apalagi ketiganya tengah gencar meluncurkan produk ponsel premium di pasar Tanah Air.
Samsung dilaporkan akan merilis Galaxy S25 series pada akhir bulan Januari ini, sementara Vivo dan Huawei telah lebih dulu mencuri start lewat kehadiran Vivo X200 Pro dan Huawei Pura 40 Ultra dengan harga jual sama-sama mulai dari harga Rp 17 jutaan.
Baca Juga
Meski Dilarang, Ribuan iPhone 16 ternyata sudah Masuk Indonesia, Kok Bisa?
Direktur Eksekutif ICT Institute Heru Sutadi mengatakan, peluang merek lain menyalip Apple di pasar premium sejatinya cukup berat, meski iPhone 16 belum mendapat izin dari Kementerian Perindustrian (Kemenperin). Sebab, konsumen Indonesia, terutama pengguna ponsel premium, sudah memiliki pilihannya masing-masing.
"Pasar iPhone ini kan untuk orang-orang muda dan kalangan menengah ke atas yang memang menganggap iPhone ini sebagai ponsel yang cukup mewakili, mungkin status ekonomi mereka," kata Heru saat dihubungi Investortrust.id, Jumat (10/1/2025).
"Mau tidak mau, ya diakui atau tidak kan, iPhone ini lebih awet dan juga menggunakan sistem operasi (OS) yang berbeda sehingga keamanannya dianggap lebih aman dibanding penggunaan, misalnya yang berbasis dulu kan misalnya ada basis Windows termasuk juga mungkin Android," ujarnya.
Baca Juga
Beri Ultimatum, Menperin Agus Ancam Bakal Sanksi Apple Jika Tak Penuhi Komitmen Investasi
"Jadi pasar Samsung, Huawei, Vivo, mungkin pasarnya sudah memiliki penggemarnya masing-masing." ungkap pengamat teknologi tersebut.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) dari 2021-2023 juga mencatat, usia pengguna ponsel didominasi oleh Gen Z dan Millenial. Pada tahun 2023 pengguna ponsel usia 15-24 sebesar (92,14%), disusul usia 25-64 (74,80%), usia <15 (36,99%), dan usia 65+ (26,87%). Dua peringkat atas inilah yang sering menggunakan ponsel premium.
Tapi, sejumlah data lembaga survei pada kuartal ketiga 2024 justru menunjukan bahwa pasar konsumen Apple di Indonesia hanya mentok di lima besar.
Baca Juga
Nasib Penjualan iPhone 16 Belum Jelas, Kini Kemenperin Sebut Samsung Paling Taati TKDN
Statistik mencatat penjualan Apple sebesar 12,36% di bawah, Vivo (13,2%), Xiaomi (13,62%), Samsung (16,43%), dan Oppo (17,1%). Hal serupa juga terjadi pada data Statcounter yang menempatkan Apple di posisi lima dengan 10,55%, Vivo (13,69%), Xiaomi (14,79%), Samsung (17,14%), dan Oppo (18,7%).
Selain soal nama besar, pemilihan ponsel premium juga dipengaruhi oleh fitur teknologi terbaru dan ekosistem produk yang mereka tawarkan. Inilah yang dianggap akan menentukan persaingan pasar ponsel premium di masa depan.(c-13)

