Pertamina Ungkap Alasan Naikkan Harga BBM Non-subsidi di Januari 2025, Efek Rupiah Melemah
JAKARTA, investortrust.id - PT Petamina (Persero) telah menetapkan untuk menaikkan harga jual bahan bakar minyak (BBM) non-subsidi mereka di bulan Januari 2025 ini. Namun, untuk harga BBM bersubsidi seperti Pertalite dan Solar tidak mengalami perubahan alias tetap.
Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Heppy Wulansari menyebutkan, kenaikan harga BBM non-subsidi bulan Januari 2025 ini dilatarbelakangi oleh melemahnya nilai tukar (kurs) rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
“Untuk Januari 2025 harga mengalami kenaikan karena faktor melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Semoga di Februari trend harga minyak dunia turun dan rupiah menguat agar harga BBM non-subsidi juga bisa turun,” kata Heppy saat dihubungi Investortrust, Kamis (2/1/2025).
Sebagai informasi, pada awal tahun 2025 ini nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank masih dibayang-bayangi kekuatan dolar AS. Mengutip dari Yahoo Finance, Kamis (2/1/2025) pagi, kurs rupiah merosot 109 poin (0.68%) ke level Rp 16.199/US$.
Baca Juga
Cek, Harga BBM Pertamina per Januari 2025 di Seluruh Indonesia
Selain nilai tukar rupiah, Heppy juga menyebutkan faktor lainnya yang mempengaruhi penetapan harga BBM non-subsidi Pertamina adalah tren harga rata-rata publikasi minyak, yakni Mean of Platts Singapore (MOPS).
“Penyesuaian harga BBM non-subsidi merupakan hal rutin. Bisa naik, turun, atau tetap, tergantung dengan tren harga minyak dunia atau MOPS dan nilai tukar rupiah,” jelas dia.
Untuk diketahui, per 1 Januari 2025, harga Pertamax mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 12.100/liter menjadi Rp 12.500/liter. Kemudian untuk Pertamax Turbo kini dijual Rp 13.700/liter dari yang sebelumnya Rp 13.550/liter.
Sementara itu, Pertamax Green naik menjadi Rp13.400/liter dari sebelumnya Rp13.150/liter. Selanjutnya, untuk Dexlite kini dijual Rp 13.600/liter dari sebelumnya Rp 13.400/liter, dan Pertamina Dex kini bisa dibeli dengan harga Rp 13.900/liter dari sebelumnya Rp 13.800/liter.

