PLN Indonesia Power Siap Jaga Keandalan Semua Unit Pembangkit Selama Nataru 2024-2025
CILEGON, investortrust.id - Direktur Utama PLN Indonesia Power Edwin Nugraha Putra mengungkapkan, pihaknya siap menjaga keandalan semua unit pembangkitnya tak terkecuali backbone kelistrikan Jawa, Madura, dan Bali (Jamali), yaitu PLTU Suralaya yang terletak di Cilegon, Banten.
“Kami telah memitigasi dengan melakukan pemeliharaan lebih awal dan berkala, dari sisi operasional juga akan dioptimalkan untuk memenuhi kebutuhan listrik saat masyarakat merayakan Natal dan Tahun Baru, maupun juga yang berlibur pada moment tersebut,” kata Edwin di Cilegon, Sabtu (21/12/2024).
Edwin menyebutkan, PLTU Suralaya menyumbang 10% dari energi listrik kebutuhan Jawa, Madura, dan Bali dengan kapasitas Daya Mampu Netto (DMN) sebesar 3.221,6 MW, Daya Mampu Pasok yang sama, dan cadangan energi primer lebih dari 23 Hari Operasi Pembangkit (HOP).
Selain itu, Edwin juga menyampaikan bahwa PLTU Suralaya juga telah menerapkan program cofiring, sehingga dapat mengurangi emisi karbon serta sebagai green booster dalam akselerasi transisi energi di Tanah Air.
Baca Juga
Terobosan dan Inovasi PLN Indonesia Power Melistriki Tanah Air Selama 29 Tahun
Hal ini merupakan komitmen korporasi dimana PLN IP tidak hanya bertanggung jawab dalam penyediaan pasokan listrik yang handal, namun juga berperan aktif dalam mendukung transisi energi yang ramah lingkungan, berkelanjutan, dan inovatif.
"UBP Suralaya telah mengimplementasikan co-firing mulai tahun 2021 secara kontinyu sampai dengan saat ini, di mana 2021 hingga november 2024 total produksi listrik co-firing mencapai 538 GWh. Pada tahun 2024 pencapaian energi green sebesar 175,93 GWh," ujar dia.
Untuk mendukung kelancaran operasional tersebut, PLN IP UBP Suralaya mengerahkan 484 personel siaga serta 2 unit kendaraan pemadam kebakaran yang dilengkapi alat pelindung diri.
Selain itu, disiapkan pula lima Posko Siaga guna mengoordinasikan seluruh sumber daya yang ada. Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen PT PLN (Persero) dalam menjaga keandalan suplai listrik selama perayaan Natal dan Tahun Baru.
Fokus utama pengamanan mencakup suplai listrik untuk tempat ibadah, objek vital dan jalur mudik, demi mendukung kelancaran aktivitas masyarakat selama libur panjang. Periode Siaga Kelistrikan telah ditetapkan berlangsung mulai 18 Desember 2024 hingga 8 Januari 2025.

