Dekopin Siap Dukung Program Makan Bergizi Gratis Prabowo
JAKARTA, investortrust.id - Ketua Dewan Koperasi Indonesia (Dekopin) Nurdin Halid mengungkap para pelaku koperasi siap mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis yang merupakan prioritas Presiden Prabowo Subianto. Ia menjelaskan para pelaku koperasi yang tergabung dalam Dekopin tengah menyiapkan strategis serta rancangan implementasi program.
"Saya memberikan contoh koperasi pesantren, kami harus menyiapkan dapur-dapur di semua pesantren yang memiliki koperasi. Dari Dekopin sendiri tengah menyiapkan sekitar 100 dapur dan nantinya ada ribuan titik dapur di pesantren yang akan dibuat," katanya ditemui setelah pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) Dekopin di Mercure Hotel Ancol, Jakarta, Rabu (18/12/2024) malam.
Selain menyiapkan kantong-kantong dapur di pesantren, Dekopin disebut oleh Nurdin Halid juga akan menggerakkan peternak untuk menyuplai bahan-bahan yang dibutuhkan dalam mendukung implementasi program makan bergizi gratis. Tidak hanya program makan bergizi gratis, secara umum Dekopin berkomitmen untuk mendukung asta cita pemerintahan Prabowo.
Politikus Partai Golkar itu menjelaskan asta cita alias delapan visi misi pemerintahan Prabowo berisikan point-point seperti memperkokoh ideologi, memantapkan pertahanan, meningkatkan lapangan kerja, memperkuat SDM, melanjutkan hilirisasi, membangun dari desa, memperkuat reformasi serta memperkuat lingkungan sangat didukung oleh dirinya mengingat sejalan dengan cita-cita koperasi itu sendiri.
Baca Juga
"Asta cita kedua yang berisi point memantapkan pertahanan, sejalan dengan cita-cita koperasi seperti swasembada pangan, program makan bergizi gratis serta pembangunan perumahan. Point-point tersebut semuanya bermuara pada ekonomi kerakyatan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi bersama koperasi," ujarnya.
Pada kesempatan tersebut, Nurdin Halid juga mengungkap Dekopin ingin mendorong masyarakat agar lebih aktif menjadi anggota koperasi yang telah tersedia. Ia menyebut saat ini anggota koperasi telah mencapai 27 orang. Nurdin menginginkan agar jumlah tersebut dapat terus bertambah.
Untuk terus mengembangkan dunia perkoperasian di Indonesia, Nurdin juga menambahkan bahwa di DPR UU Koperasi akan dibahas tahun 2025. Disahkannya UU Koperasi yang baru menurut Nurdin Halid penting dilakukan mengingat UU Koperasi di Indonesia sudah terlalu lama dan diimplementasikan semenjak tahun 1992.

