PGEO dan Pema Siap Mengebor Ladang Panas Bumi di Aceh
JAKARTA, investortrust.id – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGEO) dan PT Pembangunan Aceh (Pema) siap melakukan pengeboran panas bumi di Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Seulawah Agam, Aceh Besar. Saat ini, proyek berada dalam tahap persiapan akuisisi lahan. Pengeboran direncanakan akan dimulai pada tahun 2025.
Direktur Eksplorasi dan Pengembangan PGEO Edwil Suzandi menyampaikan, langkah strategis ini diharapkan bisa menjadi pembuka jalan bagi berdirinya pembangkit listrik panas bumi (geothermal) pertama di Aceh.
“PGEO berkomitmen untuk memastikan keberhasilan proyek Seulawah Agam. Kami percaya proyek ini tidak hanya akan memberikan manfaat dari sisi energi, tetapi juga menciptakan dampak positif bagi masyarakat sekitar melalui peluang kerja dan peningkatan ekonomi lokal,” ujarnya dalam keterangan tertulis yang dikutip Selasa (17/12/2024).
Sebagai informasi, WKP Seulawah Agam memiliki potensi energi panas bumi hingga 320 MW berdasarkan survei geosains awal. PGE dengan Pema telah menyelesaikan berbagai tahapan awal untuk pengembangan proyek, termasuk survei geosains pada 2017-2019, pemetaan geohazard pada 2020-2021, serta pembaruan model konseptual pada 2022-2024.
Hal ini menjadi dasar teknis yang kuat untuk melanjutkan ke tahap pengeboran eksplorasi di tiga lokasi. Direktur Utama PGEO Julfi Hadi menyatakan rasa antusiasnya dalam mengembangkan potensi panas bumi di Aceh, yang dinilai memiliki potensi energi panas bumi cukup besar namun belum dimanfaatkan dengan baik.
"Kami berharap PGE bisa membangun pembangkit listrik panas bumi pertama untuk Aceh di Seulawah Agam ini, sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan energi hijau di Tanah Air," terang Julfi.
Baca Juga
Pertamina Geothermal (PGEO) Ungkap Kelola Panas Bumi 1.877,5 MW hingga Pimpin Industri
Lebih lanjut, Edwil menjelaskan bahwa proyek panas bumi Seulawah Agam menjadi salah satu proyek prioritas PGEO dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk memanfaatkan energi terbarukan.
Di samping itu, proyek ini selaras dengan misi PGEO untuk berkontribusi pada pencapaian target net zero emission sekaligus mendorong swasembada energi nasional.
“Kami sangat menghargai dukungan penuh dari Pemerintah Aceh dan berbagai pihak terkait. Sinergi antar-lembaga dan dukungan masyarakat sangat penting untuk memastikan keberhasilan proyek ini. Kami akan terus bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk masyarakat setempat dalam setiap tahap pengembangan proyek ini,” imbuh Edwil Suzandi.

