InJourney Prediksi Penumpang Pesawat Naik 5% saat Nataru 2025
JAKARTA, investortrust.id - Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney Maya Watono memprediksi jumlah penumpang pesawat saat periode libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 (Nataru) akan mengalami kenaikan sekitar 4,5-5% secara year on year.
"Peak traffic kita estimasi di tahun ini ada kenaikan 4,5 sampai 5%. Jadi di tahun lalu itu kita ada 2,2 juta pax (passanger) untuk (rute) internasional dan juga meningkat sekitar 4,52%, dimana internasional meningkat 2,23%,” kata Maya dalam konferensi pers di kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (6/12/2024).
Dalam kesempatan tersebut Maya mengungkap sebanyak 88% pergerakan penumpang akan terpusat di Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, Tangerang dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Denpasar, Bali. Dia memproyeksi Bandara Soekarno-Hatta akan mengalami peningkatan jumlah penumpang pesawat mencapai 8,92% sedangkan untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai proyeksi peningkatannya ada di 12% dibanding tahun lalu.
“88% traffic (pergerakan penumpang) ini ada di Cengkareng dan Denpasar, dimana Cengkareng ini meningkat 8,92 persen dibanding tahun lalu, lalu Denpasar juga akan ada peningkatan sebesar 12 persen dibanding tahun lalu untuk prognosa selama libur Nataru,” lanjutnya.
Sementara itu untuk mempersiapkan libur Nataru, InJourney akan mengoperasikan bandara selama 24 jam dalam 18 hari mulai tanggal 19 Desember 2024 sampai 5 Januari 2025. Bos InJourney juga mengungkap estimasi puncak arus penumpang pada libur Nataru kali ini ada di tanggal 20 Desember untuk keberangkatan dan 4 Januari untuk kepulangan.
“Puncak arus kita estimasikan terjadi di 20 Desember, dan juga kembali di 4 Januari 2024,” ujarnya.
Menyambut periode libur Nataru kali ini InJourney telah memberi dukungan berupa penurunan Pelayanan Jasa Penumpang Pesawat Udara (PJP2U) dan Pelayanan Jasa Pendaratan, Penempatan, dan Penyimpanan Pesawat Udara (PJP4U) yang berdampak pada turunnya harga tiket. Penurunan tarif tersebut berlaku untuk seluruh penerbangan domestik kelas ekonomi.
Adapun Garuda Indonesia sebagai salah satu maskapai BUMN juga mencatat peningkatan jumlah penumpang untuk libur Nataru. Direktur Utama Garuda Indonesia Wamildan Tsani, dalam kesempatan yang sama, mengungkap peningkatan terjadi sebesar 24% secara year-on-year.
"Dapat kami sampaikan untuk tahun 2024 ini terdapat peningkatan (penumpang) sebesar 24% dibanding tahun 2023, untuk periode Nataru saja. Jadi ada peningkatan yang signifikan,” jelasnya.
Bos Garuda Indonesia itu juga mengungkap sejumlah rute penerbangan yang diperkirakan mengalami peningkatan traffic saat libur Nataru mulai dari Denpasar sampai Lombok.
“Dan puncak arus libur ini kami perkirakan di tanggal 21 Desember dan tanggal 5 Januari dan ini adalah rute-rute domestik yang peak ya seperti Denpasar, Sorong, Menardo, Kuala Namu, Jayapura, Pontianak, Surabaya, Jogja, dan Lombok,” sebutnya.
Garuda Indonesia juga tercatat menyiapkan 741.514 kursi untuk 4.028 penerbangan sedangkan untuk Citilink tercatat ada 717.560 kursi dengan total 4.171 penerbangan. Angka ini sudah termasuk dengan penerbangan tambahan yang berjumlah 316 penerbangan untuk Garuda Indonesia dan 210 penerbangan untuk Citilink ke rute unggulan.
“Total kita (Garuda Indonesia Group) mengajukan sebanyak 526 flight, jadi ada penambahan flight di rute-rute unggulan,” ujarnya.

