Tak Masalah Indonesia Gabung BRICS, Ini Alasannya
JAKARTA, investortrust.id - Staf Menko Perekonomian, Raden Pardede tak mempermasalahkan posisi Indonesia jika bergabung dengan BRICS, organisasi yang dipelopori Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan.
“Tidak ada masalah kita join BRICS karena tidak ada persyaratan apa pun,” kata Raden usai menghadiri Sarasehan 100 Ekonom, di Menara Bank Mega, Jakarta, Selasa (3/12/2024).
Baca Juga
Trump Ancam BRICS dengan Tarif 100% Jika Mau Gantikan Dolar AS
Raden mengaku tak begitu khawatir dengan isu yang menyebut BRICS akan membuat satu mata uang tersendiri. Sebab, keinginan itu tidak memungkinkan.
“Apa mungkin ada currency satu di BRICS? India dan Rusia itu kan tidak mungkin. Itu hanya spekulasi berlebihan,” ucap dia.
Raden menjelaskan, BRICS tidak mungkin membuat satu mata uang baru. Uni Eropa (UE) yang memiliki satu bank sentral, European Central Bank, dengan mata uang euro, nyatanya tak bisa menggantikan dolar AS.
“Yuan tidak convertible. Itu hanya spekulasi yang dikeluarkan,” tutur dia.
Baca Juga
Indonesia Ingin Gabung OECD dan BRICS, Prabowo: Kita Cari Peluang untuk Kesejahteraan Rakyat
Menurut Raden Pardede, selain bergabung dengan BRICS, Indonesia masih dalam aksesi untuk bergabung dengan Organisation Economic Cooperation and Development (OECD). Berbeda dengan BRICS, OECD lebih menerapkan banyak syarat dan standar.
“Yang mana itu bagus buat kita. BRICS itu lebih ke arah konsorsium politik, ya tidak apa. Kita kan bebas aktif,” jelas dia.

