Wijaya Karya (WIKA) Siap Dukung Program Presiden Prabowo Bangun 3 Juta Rumah
JAKARTA, investortrust.id - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) menyatakan bahwa Perseroan siap untuk mendukung program Presiden Prabowo Subianto yaitu pembangunan 3 juta rumah yang diharapkan akan berjalan pada tahun 2025.
Corporate Secretary WIKA Mahendra Vijaya mengatakan, walaupun hingga saat ini masih belum terdapat program khusus yang dijalankan WIKA terkait 3 juta rumah, WIKA siap memberikan kontribusi terbaik bila dibutuhkan.
“Tapi intinya apabila pemerintah membutuhkan kontribusi WIKA dalam program tersebut, tentunya WIKA sebagai agent of development juga dari pemerintah yang harus mendukung program tersebut,” ujar Mahendra dalam paparan publik WIKA, Jakarta, Kamis (28/11/2024).
Di samping itu, perseroan juga menyampaikan kesiapannya untuk mendukung program Asta Cita dari pemerintahan Presiden Prabowo saat ini yang sejalan dengan kompetensi Perseroan mulai dari ketahanan pangan, ketahanan energi, dan juga ketahanan sumber daya air. Oleh sebab itu, tahun 2025, di samping menggarap proyek yang menjadi fokus WIKA yaitu proyek infrastruktur, WIKA juga akan lebih gencar menjalankan proyek yang berkaitan dengan peningkatan proyek untuk mendukung sumber daya air dan peningkatan sanitasi.
Baca Juga
Perumnas Siapkan Lahan 3,4 Ha di Pulo Gebang Dukung Program 3 Juta Rumah
Dengan mendukung program Pemerintah, hal ini berpotensi membuka peluang Perseroan menggali lebih banyak proyek di luar proyek WIKA yang telah dimiliki saat ini.
“Ini akan juga menjadi salah satu alternatif target pasar kami di sektor EPCC, seperti smelter, kemudian pembangkit listrik, baik itu yang berasal dari renewable energy, termasuk juga energi fosil, apapun juga memang yang sudah masuk ke energy grid. Nah, kemudian juga untuk kapasitas kami mengerjakan proyek-proyek smelter, dan juga proyek-proyek processing plant, kami yakin juga itu akan memberikan ruang bagi kami untuk bisa mendapatkan proyek-proyek di luar proyek-proyek kita,” terangnya.
Di samping itu, terkait pemerintah yang membatasi anggaran infrastruktur, WIKA mengatakan bahwa sedang menunggu finalisasi dari anggaran infrastruktur sendiri. Ia juga menegaskan bahwa di samping sektor infrastruktur, WIKA masih memiliki beberapa kompetensi pada proyek lainnya.
"WIKA juga memiliki kompetensi lain, lain daripada infrastruktur, yaitu kompetensi di bidang EPCC, Engineering, Procurement, Construction, dan Commissioning, yang ini diarahkan juga akan menjadi target-target pasar WIKA di tahun 2025 dan ke depan, selain daripada proyek-proyek infrastruktur, di mana memang WIKA memiliki kapasitas dan kompetensi yang baik di bidang EPCC,” pungkasnya.

