MIND ID Optimistis Industri Minerba Jadi Motor Hilirisasi Menghadapi Tantangan Global
JAKARTA, investortrust.id – BUMN Holding Industri Pertambangan Indonesia, MIND ID, optimistis sektor industri mineral dan batu bara (minerba) Indonesia mampu menjadi tulang punggung hilirisasi menghadapi tantangan geopolitik di masa depan.
Agar potensi besar ini bisa terealisasi, seluruh pemangku kepentingan pada industri ini perlu menyusun program hilirisasi yang strategis dan adaptif. Program ini harus berorientasi masa depan, serta menjadi panduan dalam menghadapi risiko sekaligus memanfaatkan peluang di engah ketidakpastian global.
Pandangan itu mengemuka dalam forum MIND ID Commodities Outlook Through Geopolitical Impact 2025, yang digelar di The Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, Selasa (26/11/2024). Manajemen MINDID mendalami dinamika geopolitik global yang diproyeksikan akan memengaruhi pasar komoditas, terutama yang menjadi andalan Indonesia.
Forum ini dihadiri Direktur Jenderal Mineral dan Batu bara Kementerian ESDM Tri Winarno, Asisten Deputi Bidang Industri Mineral dan Batu bara Kementerian BUMN Khoerur Roziqin, dan Direktur Eksekutif Bidang Pemantauan dan Evaluasi Program Prioritas Ekonomi Dewan Ekonomi Nasional Tubagus Nugraha. Hadir pula Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri Kementerian Perindustrian Andi Rizaldi, serta Direktur Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun serta Non-B3 Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Achmad Gunawan Widjaksono.
Sedangkan eksekutif Grup MIND ID yang hadir meliputi Direktur Utama MIND ID Hendi Prio Santoso, Direktur Portofolio dan Pengembangan Usaha MIND ID Dilo Seno Widagdo, Dewan Komisaris Utama beserta jajaran Dewan Komisaris MIND ID, serta jajaran Dewan Komisaris dan Direksi dari anggota grup MIND ID.
Forum industry minerba ini diisi dengan pemaparan mendalam dari Director of BNEF Academy, BNEF Head of Asia Pacific Commercial Mark Wehling, Bloomberg Southeast Asia Senior Economist Tamara Henderson, dan BNEF Metals & Mining Specialist Allan Ray Restauro.
Baca Juga
Tulang Punggung Hilirisasi, Grup MIND ID Antam & Freeport Jalin Sinergi Emas
Dilo Seno Widagdo memaparkan, perseroan berada dalam posisi yang sangat siap untuk menjawab tantangan geopolitik ke depan. Diprediksi, tantangan ini berpotensi memicu fluktuasi harga komoditas, hingga perubahan kebijakan perdagangan internasional.
Menghadapi tantangan tersebut, perseroan telah menerapkan strategi operasioal cost leadership yang mampu menyerap risiko geopolitik. Strategi ini diharapkan mampu menjaga daya saing perseroan. Grup MIND ID telah memiliki rencana investasi pengembangan usaha jangka menengah diikuti dengan sinergi dan kolaborasi yang kuat di internal Grup MIND ID.
MIND ID juga berkomitmen mendukung target pertumbuhan ekonomi yang agresif yaitu 6%–8%. “Aspirasi tersebut sangat memungkinkan, khususnya dengan mengoptimalkan sektor industri mineral dan batu bara. Kita memiliki ketersediaan bahan baku komoditas di dalam negeri, dan nilai tambahnya dapat ditingkatkan melalui hilirisasi untuk menjawab kebutuhan pasar, baik domestik maupun global,” papar Dilo.
Ia menambahkan, MIND ID memprioritaskan strategi hilirisasi yang mencakup 8 sektor prioritas dan 21 komoditas. Target hilirisasi prioritas mencakup komoditas nikel, tembaga, timah, emas, aluminium, serta batu bara, yang juga menjadi bisnis andalan grup MIND ID.
Sejak tahun 2024 ini, MIND ID bersama seluruh grup telah merampungkan beberapa inisiatif strategis seperti Proyek Smelter Katoda Tembaga PT Freeport Indonesia, Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 1 Mempawah, serta kolaborasi rantai pasok produksi hulu hingga hilir emas ANTAM-Freeport Indonesia.
MIND ID juga konsisten meningkatkan nilai tambah nikel lebih jauh lagi dengan mengembangkan ekosistem baterai kendaraan listrik yang terintegrasi. Proyek dari grup MIND ID ini akan dijalankan mulai dari pembentukan industri material komponen baterai, baterai sel, hingga ekosistem industri daur ulang dari produk-produk kendaraan listrik.
Baca Juga
Corcom MIND ID Selly Adriatika Raih Penghargaan Communication Strategists Awards 2024
“Kami konsisten melanjutkan inisiatif strategis untuk pengelolaan dan peningkatan nilai tambah komoditas tersebut sehingga dapat membuka peluang investasi dan memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional yang lebih progresif lagi, sehingga mampu meningkatkan penciptaan lapangan kerja, ekspor produk bernilai tinggi, serta pengurangan ketergantungan terhadap impor bahan baku,” jelasnya.
Tren Pasar Baterai
BNEF Metals & Mining Specialist, Allan Ray Restauro mengatakan, Indonesia perlu melihat ekosistem industri mineral lebih pada aspek pertumbuhan jangka panjang. Indonesia mampu menarik investasi yang memadai karena menguasai cadangan mineral yang besar dan mampu meningkatkan daya saing secara berkelanjutan.
“Indonesia masih dapat memperbesar skala industrinya untuk dapat menjawab kebutuhan mineral global yang besar di masa depan,” paparnya.
Sejauh ini, penjualan baterai dunia tengah dalam tren pertumbuhan positif. Hal ini sejalan dengan pertumbuhan penjualan mobil listrik global.
“Pertumbuhan ini tidak pergi kemana-mana dan kita masih akan dapat melihat pertumbuhan yang sangat baik dari pasar baterai. Tidak akan pernah kemana-mana dan kita masih akan terus dapat melihat pertumbuhan yang agresif,” lanjut Allan.
Baca Juga
MIND ID Harap Pemerintahan Baru Makin Optimalkan Sektor Manufaktur

