Bos PLN Sebut Harga EBT Kini Semakin Murah
JAKARTA, investortrust.id – Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengungkapkan harga energi baru terbarukan (EBT) kini semakin murah. Hal ini membuat pengembangan secara massif energi hijau untuk mewujudkan net zero emission (NZE) 2060 makin mudah.
Darmawan menyebutkan, sekarang tugas PLN dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bukan hanya menyediakan listrik. Namun, bertanggung jawab untuk mengurangi emisi gas rumah kaca guna mengatasi pemanasan global.
Baca Juga
RUPTL 2024-2040 Difinalisasi, 75% Kebutuhan Listrik akan Disuplai EBT
"Dulu kalau kita berbicara energi murah ya kotor. Berbicara energi bersih pasti mahal. Ternyata sekarang sudah bergeser, kalau kita berbicara energi bersih ya murah. Maka tadinya ini multiple conflicting goals,” kata Darmawan dalam acara Electricity Connect 2024, Rabu (20/11/2024).
Dengan inovasi dan perkembangan teknologi, menurut dia, pengembangan energi ramah lingkungan dan murah semakin mudah. Dia mencontohkan harga energi surya masih berkisar 25 sen per kilowatt-hour (kWh) pada 2015, namun kini sudah berada di bawahnya.
"Harga energi baru terbarukan semakin murah. Dari 25 sen kita lelang menjadi 10 sen, kita lelang menjadi 7 sen, kita lelang hanya menjadi 5 sen. Hari ini sudah bisa di bawah 5 sen," ungkap dia.
Demikian pula untuk energi angin, Darmawan menyebutkan, dulu harganya sekitar 20 sen, lalu turun ke 13 sen, turun ke 12 sen, dan saat ini menjadi lebih murah lagi.
Baca Juga
PLN Gandeng Mubadala Energy Kembangkan Potensi Gas Bumi Lebih dari 8 TCF
Menurutnya, salah satu kunci dari penurunan harga EBT ini adalah adanya baterai energy storage system (BESS). Pasalnya, energi baru terbarukan berbasis pada kekuatan alam. "Energinya bersinar tanpa awan maka berlimpah. Mendung maka berkurang. Angin bertiup kencang, maka energi angin pun berlimpah. Musim kemarau turun hidro, musim hujan naik. Maka di sini diperlukan baterai energy storage system untuk mengatasi fluktuasi," ucap Darmawan.
Lebih lanjut, dia menjelaskan, saat ini, harga battery energy storage system (BESS) juga semakin murah. Hal ini tentu dapat mendukung energi terbarukan bisa berkembang lebih pesatsemakin. “Dulu harga BESS per KWH-nya lebih dari 20 sen, turun menjadi 13 sen, turun menjadi 9 sen. Hari ini alhamdulillah lagi puji Tuhan baterai energy storage system sudah jauh lebih murah lagi dan menjadi kompetitif,” sebut Darmawan.

