Kepala SKK Migas Mendadak Kumpulkan CEO KKKS, Ada Apa?
JAKARTA, investortrust.id - Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto mengumpulkan para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) guna mencari terobosan dalam upaya meningkatkan lifting migas nasional.
Untuk tahun 2024, SKK Migas dan KKKS telah menetapkan work, program & budget (WP&B) kegiatan pemboran sumur pengembangan, well service, dan workover secara masif dan agresif. Hal ini terlihat dari target pengeboran sumur pengembangan ditargetkan naik sebanyak 17%, kegiatan workover ditargetkan meningkat 43%, dan kegiatan well service ditargetkan naik 40%.
Dwi Soetjipto menyampaikan bahwa program dan dana yang sudah disetujui di WP&B 2024 harus bisa dilaksanakan secara optimal, karena target produksi dan lifting tersebut dapat dicapai, jika seluruh program di WP&B terlaksana.
Baca Juga
SKK Migas Akui Target Lifting Minyak 1 Juta BOPD di 2030 Tidak Realistis, tapi…
Selain itu, Dwi meminta seluruh pimpinan KKKS memiliki sense of crisis & sense of urgency terkait situasi lifting minyak yang masih belum mencapai target.
“Bisa dan tidaknya meningkatkan lifting migas akan terlihat apakah semua kegiatan utama yang berkontribusi dalam menambah produksi bisa dijalankan. Jika hingga sekarang ini pencapaian kegiatan pemboran sumur pengembangan, wokrover dan well service masih di bawah target, maka akan sulit untuk bisa meningkatkan produksi minyak dan gas,” ujar Dwi dalam keterangannya, Rabu (23/10/2024).
Tidak hanya itu, Dwi mendorong pimpinan KKKS untuk melakukan best effort dan kerja cerdas agar program-program yang sudah disetujui SKK Migas dalam WP&B 2024 bisa seoptimal mungkin dikerjakan hingga akhir tahun.
Baca Juga
Bahlil Ingin Reaktivasi Sumur Idle, SKK Migas Sudah Identifikasi?
“Kita tahu bahwa tahun 2024 tinggal dua bulan dan sekian hari, tetapi hal ini bisa kita kompensasi dengan pelaksanaan kegiatan pengeboran, well service, dan workover dengan lebih baik, dari sisi proses, penggunaan teknologi, memperbanyak SDM yang dilibatkan, waktu kerja yang ditambah dan lainnya, sehingga setiap kegiatan yang dilakukan bisa selesai lebih cepat dari pekerjaan di waktu normal,” kata dia.
Lebih lanjut, Dwi juga memberikan apresiasi kepada KKKS yang hingga September 2024 telah menyelesaikan kegiatan sumur pengembangan, workover, dan well service dengan jumlah lebih banyak dibandingkan capaian yang sama tahun lalu, yaitu kegiatan pemboran sumur pengembangan secara year on year (YoY) mencapai 109%, workover 120% dan well service 110%.
Baca Juga
Luhut Kritik Sri Mulyani soal Kebijakan Fiskal di Hulu Migas, SKK Migas Bilang Begini
Berdasarkan data di SKK Migas, hingga September 2024 kegiatan pengeboran sumur pengembangan sudah mencapai 634 sumur dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu sebanyak 583 sumur.
Untuk kegiatan work over telah diselesaikan 765 sumur dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 635 sumur. Adapun untuk well service hingga September 2024 sudah diselesaikan 27.868 kegiatan atau meningkat jika dibandingkan dengan realisasi perode yang sama tahun lalu sebanyak 25.406 kegiatan.

