Keras, Bahlil Ancam Cabut IUP KKKS Termasuk BUMN yang Tak ‘Performed’
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menyatakan akan mencabut izin usaha pertambangan (IUP) sumur minyak dan gas bumi (migas) dari Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yang tidak performed.
Bahlil mengungkapkan, saat ini terdapat 16.990 sumur idle dan tidak berproduksi. Dari jumlah tersebut, terdapat sekitar 5.000 sumur idle yang sebetulnya masih produktif.
“Setelah kita cek dari 16.000 sumur lebih yang idle, itu masih ada 5.000 sumur idle yang masih produktif, yang mungkin optimalisasi produksinya tidak sebaik dari sumur yang sudah sekarat,” kata Bahlil dalam acara BNI Investor Daily Summit 2024, Rabu (9/10/2024).
Baca Juga
Bahlil Ungkap RI Punya 28.552 Sumur Migas yang Idle dan Tidak Produktif
Maka dari itu, Bahlil dengan tegas memberi peringatan kepada para KKKS agar memaksimalkan sumur-sumur migas tersebut. Sebab, dia tidak akan ragu mencabut IUP, meski itu dari perusahaan BUMN sekalipun.
“Kalau kemarin kita cabut 2.018 IUP, nah ini kelihatannya berpotensi untuk kita melakukan penataan untuk sumur-sumur yang tidak dikerjakan baik oleh KKKS termasuk BUMN,” ungkap mantan Menteri Investasi tersebut.
Dijelaskan oleh Bahlil, nantinya IUP yang dicabut tersebut akan ditawarkan kepada perusahaan mana pun yang dirasa mampu untuk meningkatkan lifting nasional.
“Jangan digenggam dong (sumurnya). Kita negara butuh, gimana? Kita prioritas kepada BUMN. Tapi jangan kita hanya kacamata kuda karena BUMN izin-izinnya pun dibawa tidur. Negara gak butuh tidur. Negara butuh produksi,” tegas Bahlil.
Baca Juga
Bahlil mengungkapkan, untuk saat ini lifting minyak Indonesia sebesar 600.000 barrel oil per day (BOPD). Adapun produksinya didominasi oleh dua kontraktor, yaitu PT Pertamina (Persero) dan ExxonMobil.
“65% dari total lifting 600.000, yaitu 400.000 BOPD itu adalah Pertamina. Dan sisanya itu adalah Exxon Mobil 25%. 10%-nya yang kecil-kecil. Berarti naik turunnya lifting minyak di Indonesia dipengaruhi oleh dua perusahaan itu,” ujar Bahlil.

