Resmikan Smelter Freeport, Jokowi Ungkap Pekerjaan Paling Berat Selama Jadi Presiden
JAKARTA, investortrust.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengungkapkan pekerjaan yang berat dan melelahkan selama 10 tahun menjabat sebagai presiden. Hal itu diungkapkan Jokowi dalam sambutannya saat meresmikan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Gresik, Jawa Timur (Jatim), Senin (23/9/2024).
Jokowi mengatakan pekerjaan yang berat dan melelahkan itu adalah mengajak perusahaan pertambangan untuk membangun smelter di Indonesia.
"Saya ingat pekerjaan yang berat dan melelahkan selama saya menjabat sebagai presiden selama 10 tahun ini adalah mengajak perusahaan pertambangan untuk membangun smelter. Pekerjaan sangat berat," kata Jokowi dalam sambutannya.
Presiden Joko Widodo didampingi (dari kiri ke kanan) Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, (Pj.) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, Menteri Investasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas, Chairman of the Board of Directors Freeport McMoRan, Richard Adkerson, Pj Gubernur Papua Tengah Ribka Habluk, President dan CEO Freeport-McMoRan Kathleen L Quirk , Menteri BUMN Erick Thohir dan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bertepuk tangan usai meresmikan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) di Gresik, Jawa Timur (Jatim), Senin (23/9/2024). Foto: Investortrust/Primus Dorimulu
Baca Juga
Jokowi Resmikan Smelter Amman Mineral Nusa Tenggara (AMNT) di NTB
Jokowi mengenang, terus bernegosiasi dengan Chairman & CEO Freeport McMoran Inc saat itu, Richard C Adkerson. Hingga akhirnya pada 2017, Jokowi dan Richard bersepakat membangun smelter Freeport di Gresik.
"Itu pun masih alot sekali negosiasinya. Alot sekali," katanya.
Dikatakan, investasi sebesar Rp 56 triliun yang digelontorkan PT Freeport untuk membangun smelter bukan uang yang kecil. Untuk itu, Jokowi menyadari, perusahaan perlu mengalkulasi dan menghitung untuk rugi membangun smelter hingga akhirnya mempersiapkan lahan pada 2018.
"Persiapan lahan selesai, saya ke sini untuk groundbreaking memulai untuk konstruksi pabrik smelternya dan setelah 30 bulan Alhamdulillah hari ini bisa kita resmikan," tuturnya.
Jokowi mengaku telah menghitung penerimaan negara, baik pemerintah pusat dan daerah dengan dibangunnya smelter ini. Berdasarkan perhitungannya, Jokowi mengatakan, keberadaan smelter ini akan menambah penerimaan negara sebesar Rp 80 triliun dari PT Freeport Indonesia. Jumlah itu terdiri dari deviden, royalti, PPh badan, PPh karyawan, pajak untuk daerah, bea keluar, pajak ekspor, dan lainnya.
"Semuanya kira-kira angkanya seperti itu. ini angka yang sangat besar sekali. Ini kalau hanya satu perusahaan, tadi pagi saya juga buka smelter di Sumbawa. Dua perusahaan, tiga perusahaan, empat perusahaan, lima perusahaan enam perusahaan. Penerimaan negara kita akan semakin besar dan semakin meningkat, dibanding apabila kita hanya mengekspor raw material atau mengekspor bahan mentah saja," tegasnya.
Kepala Negara menekankan, pembangunan smelter PT Freeport Indonesia ini merupakan usaha untuk menyongsong Indonesia menjadi negara industri maju yang mengolah sumber daya alamnya sendiri dan tidak mengekspor bahan mentah. Keberadaan smelter ini juga akan membuka lapangan pekerjaan yang sangat besar.
Dikatakan, smelter ini merupakan pelaksanaan dari gagasan hilirisasi yang sering didengungkannya. Hilirisasi, akan menjadi pondasi ekonomi baru Indonesia yang tidak bertumpu pada konsumsi domestik.
"Kare GDP growth kita bertumpu pada konsumsi domestik, tetapi kita ingin beralih. GDP growth kita bertumpu pada produksi, produktivitas dari perusahaan-perusahaan baik BUMN maupun swasta," paparnya.
Dengan investasi sebesar Rp 56 triliun, smelter PT Freeport di Gresik ini akan mengolah 1,7 juta ton konsentrat tembaga yang dibawa dari Papua. Hasilnya 900.000 ton katoda tembaga, kurang lebih 50 ton emas, dan 210 ton perak.
"Jumlah yang tidak kecil dan ini kalau melihat industrinya sebesar ini saya yakin ini akan melibatkan banyak UMKM. Usaha-usaha kecil baik berupa katering baik menjadi subkon untuk semua yang berkaitan dengan smelter di Gresik ini," jelasnya.
Baca Juga
Smelter Freeport di Gresik Beroperasi, Bahlil: Ekosistem Baterai Listrik Indonesia Makin Lengkap
Mantan Gubernur DKI ini juga berharap keberadaan smelter akan melahirkan perusahaan-perusahaan turunan, industri-industri turunan dari tembaga yang ada di sekitar PT Freeport Indonesia ini.
"Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, pada sore hari ini saya resmikan produksi smelter PT Freeport Indonesia di Kabupaten Gresik provinsi Jawa Timur," katanya.

