Pasokan Listrik Jadi Kebutuhan Penting dalam Pengembangan Artificial Intelligence
JAKARTA, investortrust.id - Chief Cloud Office Lintasarta, Gidion Suranta Barus menyebut pasokan listrik menjadi kebutuhan penting untuk pengembangan artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Listrik menjadi penyuplai penting bagi super komputer atau graphic processing unit (GPU) yang memproses AI.
“Super komputer ini harus berjalan, di-support oleh data center,” kata Gidion saat acara Secure and Trusted Integrated Data for Smart City, di JI Expo, Jakarta, Rabu (18/9/2024).
Gidion menjelaskan data center yang dimiliki sektor swasta rata-rata minimal membutuhkan 10 kilowatt. Sementara, superkomputer membutuhkan minimal 20 kilowatt.
“Terus ke depannya seiring perkembangan zaman membutuhkan 50 kilowatt,” kata dia.
Baca Juga
Berdasarkan data 2023, kata Gidion, Indonesia memiliki 64 data center. Angka ini di bawah Singapura yang memiliki 100 data center dan Amerika Serikat yang memiliki 5.375 data center.
“Dulu kita punya masalah byar-pet (nyala-mati). Data center akan berkembang kalau ada power (tenaga listrik). Indonesia saat ini melimpah, tapi belum semua data center yang ada siap untuk mendukung super komputer dan AI,” kata dia.
Gidion mengatakan pengembangan data center ke depan akan mengikuti sumber ketersediaan listrik. Dia menyebut Pulau Jawa masih menjadi lokasi favorit pengembangan data center ini.
“Lihat saja daerah yang byar-pet, pasti jadi tujuan (pengembangan data center)” kata dia.
Baca Juga
Artificial Intelligence Institute Segera Diluncurkan di Jakarta
Gidion sempat menyebut potensi Ibu Kota Nusantara (IKN) bagi lokasi pengembangan data center. Dia melihat IKN yang didukung dari ketersediaan gas alam dapat menjadi lokasi baru pengembangan data center.
“Tapi sementara ini, Pulau Jawa. Soalnya tidak hanya bicara power, tapi juga konektivitas agar AI-nya bisa terhubung,” ujar dia.
Ke depan, Gidion mengapresiasi pengembangan sumber daya energi listrik yang ramah lingkungan. “Kalau itu bisa dijadikan sebagai sumber daya energi yang renewable ya bagus. Tapi kalau sekarang belum sampai menanyakan itu,” kata dia.

