Anindya Akan Berdayakan UKM lewat Kadin, Cek Strateginya Dukung Pemerintahan Prabowo - Gibran
JAKARTA, Investortrust.id - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie menyampaikan bahwa Kadin Indonesia akan memberdayakan usaha kecil menengah (UKM), mengingat 90% perusahaan di Tanah Air merupakan hasil perkembangan dari usaha skala kecil.
Hal ini disampaikan Ketua Umum Kadin Anindya Novyan Bakrie dalam kesempatan wawancara dengan CNBC di sela kehadirannya di ajang Asian Summit 2024 di Singapura, Rabu (18/9/2024).
“Tentu saja (Kadin Indonesia akan) memberdayakan usaha kecil menengah, karena sekitar 90 persen dari perusahaan-perusahaan di Indonesia justru berasal dari segmen usaha kecil dan menengah,” ujar Anindya saat ditanya soal strategi Kadin untuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional dan mendukung program-program yang akan dijalankan pemerintahan Prabowo Subianto -Gibran Rakabuming Raka.
Ketum Kadin Anindya Bakrie saat wawancara dengan Chery Kang dari CNBC International News. Foto: Tangkapan layar Youtube CNBC International
Dalam kesempatan tersebut Anindya menyampaikan tiga strategi Kadin, selain pemberdayaan UKM, pertama-tama Kadin akan berupaya meningkatkan kembali kerja sama dan kemitraan, antara publik-swasta.
"Karena seperti yang Anda ketahui, di Kamar Dagang dan Industri Indonesia ini bukan hanya ada perusahaan-perusahaan besar, tetapi juga banyak koperasi serta perusahaan milik negara," ujarnya.
Strategi berikutnya adalah melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan internasional, untuk bekerja sama dengan Indonesia. Pasalnya, kata Anin, Indonesia masih membutuhkan lebih banyak foreign direct investment (investasi), serta kerja sama ekspor dengan dunia internasional.
Ia pun menyampaikan bahwa seluruh unsur dunia usaha termasuk sektor swasta seperti Bakrie Group yang ia pimpin, amat bersemangat menyambut pemerintahan baru yang akan dipimpin duet Prabowo Gibran.
Ia juga menyebut penunjukannya sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia pada akhir pekan lalu, sebagai keputusan yang tepat di waktu yang juga tepat.
"Karena pemerintahan baru akan mulai menjabat bulan depan atau pada akhir Oktober 2024. Jadi, mempersiapkan sektor swasta untuk tahun-tahun mendatang adalah hal yang akan saat ini tengah kami lakukan di Kadin Indonesia," kata Anindya.

