Pasar Eropa dan AS Stagnan, Kemendag Lirik Potensi Ekspor ke Afrika dan Timur Tengah
JAKARTA, investortrust.id - Indonesia gencar menjajaki pasar non-tradisional untuk mendorong ekspor produk dalam negeri.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan (Kemendag) Mardyana Listyowati menyebut, pasar non-tradisional itu antaranya adalah Benua Afrika, dan negara Timur Tengah.
Mardyana menjelaskan, pertumbuhan ekspor pasar tradisional sudah mulai stagnan, yakni Eropa, dan Amerika Serikat. Hal tersebut menurutnya didukung oleh situasi geopolitik global yang terjadi belakangan ini, seperti peperangan antar negara.
Baca Juga
Gelar Trade Expo Indonesia 2024, Kemendag Targetkan Transaksi US$ 15 Miliar
"Tentu saja kita harus berupaya dan shifting ke pasar-pasar non- tradisional seperti di benua Afrika dan lain sebagainya," ucap Mardyana saat ditemui di kawasan ICE BSD, Tangerang Selatan, Selasa (17/9/2024).
Lebih lanjut, anak buah Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan atau yang akrab disapa Zulhas ini menyebutkan, konflik geopolitik global tersebut mempengaruhi sisi logistik. Pasalnya, rute pengiriman barang atau produk menjadi lebih panjang.
"Jadi yang seharusnya bisa kita mengirim barang langsung ke dunia atau di wilayah barat, kita harus berbelok, dan karena dengan adanya rute yang lebih panjang tentu saja akan mengganggu daya saing kita karena harga menjadi tinggi. Inilah perlunya diversifikasi pasar, dan diversifikasi produk," terangnya.
Baca Juga
48 Negara Berpartisipasi di Ajang Bali International Air Show 2024
Mardyana mengungkapkan, pasar non-tradisional menjadi perhatian pemerintah Indonesia untuk meningkatkan ekspor. Ia menyebutkan, produk yang menjadi incaran dari pasar non-tradisional dari Indonesia masih didominasi dari makanan dan minuman atau mamin.
"Kalau komoditas yang kita harapkan adalah mamin, makanan dan minuman, kemudian peralatan, dan beberapa yang seperti yang saya sampaikan tadi, kita mendorong produk halal," tandas Mardyana.

