RI Hadapi Penurunan Kelas Menengah, Sandiaga Uno: Minat Traveling Masih Tinggi
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkap minat traveling masyarakat Indonesia masih tinggi meskipun terdapat fenomena penurunan kelas menengah. Namun ia menyebutkan pilihan traveling atau bepergian oleh masyarakat Indonesia ini tetap menyesuaikan dengan alokasi budget masing-masing individu.
Menurut Sandiaga, meskipun daya beli tengah tergerus, masyarakat tetap menyempatkan diri untuk melakukan traveling ke sejumlah destinasi pariwisata dalam negeri. Bahkan ia menyebut belakangan kegiatan traveling cenderung bergeser dari kelas tersier menjadi primer.
"Jadi mereka menganggap gen Z dan kelas menengah ini bahwa untuk healing itu menjadi still to be prioritized, healing itu bukan turun kelas terus mereka menunda healing-nya, terbukti dari beberapa data point yang kita koleksi bahwa keinginan travel itu masih tinggi," kata Sandiaga ditemui di kantor tiket.com, Jakarta, Selasa (10/9/2024).
Baca Juga
Sandiaga Uno Titip Ini ke Menteri Pariwisata di Pemerintahan Prabowo-Gibran
Namun ia mengatakan tergerusnya daya beli membuat masyarakat cenderung memilih jenis produk wisata yang menawarkan biaya lebih rendah serta dengan lokasi yang tidak terlalu jauh. Untuk menyambut hal tersebut, eks wakil gubernur (Wagub) DKI Jakarta itu menyebut pihaknya akan memprioritaskan sejumlah produk, salah satunya adalah wisata desa.
"Makanya kita kembangkan produk-produk wisata desa, yang tidak terlalu membebani keuangan mereka," sambung dia.
Kemudian ia mengatakan ke depan tren pariwisata akan cenderung berorientasi pada konsep personalized, localized, customized dan smaller in size. Ia menambahkan produk-produk wisata dengan biaya yang terjangkau akan relatif lebih banyak dipilih oleh masyarakat, khususnya dari kalangan gen z.
Baca Juga
"Jadi karena tantangan-tantangan perlambatan ekonomi, perlemahan daya beli, jadi paket-paket wisata yang lebih terjangkau yang bisa terutama gen Z dan milenial bisa could afford atau bisa masuk ke dalam budget-nya gen Z ini yang akan semakin populer," tutur dia.
Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) merilis jumlah masyarakat kelas menengah mengalami penurunan dalam 10 tahun terakhir. Adapun pada tahun 2019, masyarakat kelas menengah mencapai 57,33 juta. Jumlah tersebut diketahui terus menurun hingga pada 2024 yang mencapai 47,85 juta.

