Minta Bulog Serap Hasil Panen, Wamentan: Jangan Lalai agar Harganya Tak Jatuh
JAKARTA, investortrust.id - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono mengingatkan Bulog untuk segera menyerap hasil panen raya secara maksimal. Menurutnya, peran Bulog sangat diperlukan mengingat saat ini target Optimasi Lahan (Oplah) Rawa Sumatera Utara sekitar 30.000 hektare.
Hal tersebut disampaikan Wamentan Sudaryono saat menghadiri Rapat Koordinasi Perluasan Areal Tanam (PAT) di Markas Komando Daerah Militer (Kodam) I Bukit Barisan Medan.
"Jangan sampai orang sudah bekerja siang dan malam, kemudian Bulog-nya lalai. Jadi ini menjadi perhatian Pak, harus mau dan sanggup siap menyerap hasil panen dari petani sehingga harganya tidak jatuh," ucapnya dalam keterangan tertulis, Selasa (13/8/2024).
Meski demikian, Wamentan menyoroti sejumlah capaian PAT di Provinsi Sumatera Utara yang hingga saat ini masih terbilang kecil, yaitu baru 4.000 hektare. Oleh karena itu, dia mendorong jajaran di Dinas Pertanian Sumatera Utara untuk mengakselerasi percepatan realisasinya.
Baca Juga
Bantah Tuduhan Mark Up, Bos Bulog Beberkan Mekanisme Lelang Beras Impor
"Pak Kadis kalau ini dicapai lebih cepat, tentu persentasenya akan cepat meningkat. Kami mendapatkan laporan Bapak Panglima, bahwa Oplah ini kan artinya sudah ada SID-nya, desainnya sudah 99%,” ungkap Wamentan Sudaryono.
“Nah ini kami mohon betul-betul untuk bisa, maksud saya karena desainnya sudah ada, kalau tidak ada masalah maka kami berharap kita harus memenangkan waktu. Maka kami mohon ke Pak Panglima dan Bapak-bapak Komandan Kodim semuanya untuk menjadi perhatian," imbuhnya.
Lebih lanjut, Wamentan Sudaryono pun menambahkan bahwa sampai akhir tahun nanti, total target PAT Sumatera Utara sudah mencapai 97.000 hektare, di mana 30% di antaranya merupakan optimasi lahan rawa.
Baca Juga
Singgung Soal Penggunaan Bibit Palsu, Wamentan: Bisa Rugi Sampai 30 Tahun!
"Jadi rawa itu enggak cuma dibiarkan rawa, tapi bagaimana rawa itu betul-betul kita engineering, kita konstruksi sehingga bisa menjadi lahan produktif. Artinya begitu musim hujan tiba rawanya penuh air, nah pada saat kemarau kan sedikit air bisa ditanami,” bebernya.
“Nah gimana kita bendung supaya pas musim hujan tetap bisa ditanami, sehingga yang tadinya lahan rawa bisa panen sekali setahun, bisa dua kali setahun," tandas Sudaryono.

