Polemik Isi 26.415 Kontainer, Kemenperin Sebut Menkeu Belum Transparan
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebutkan Menteri Keuangan Sri Mulyani belum transparan terkait isi dari 26.415 kontainer yang sempat tertahan, dan kemudian diloloskan dari pelabuhan pada Mei lalu.
“Padahal Kemenperin membutuhkan informasi data tersebut secara detail untuk memitigasi dampak pelolosan 26 ribu kontainer tertahan tersebut pada industri,” ucap Juru Bicara Kemenperin Febri Hendri Antoni Arif dalam keterangannya, Selasa (6/8/2024).
Sampai saat ini, Kemenperin belum bisa menyusun kebijakan atau langkah-langkah antisipatif pelolosan isi kontainer tersebut dari pelabuhan meski kinerja industri manufaktur dalam negeri telah turun pada Juli 2024.
Baca Juga
Kemenperin Sebut Industri Alas Kaki Miliki Potensi Pasar Besar, IKM Diminta Lakukan Strategi Ini
Penurunan kinerja industri manufaktur tersebut berdasarkan IKI (Indeks Kepercayaan Industri), serta terjadi kontraksi berdasarkan Purchasing Manager’s Index (PMI) manufaktur S&P Global.
Lebih lanjut, Febri menyebutkan hingga kini Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita telah menerima surat balasan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang disampaikan dan ditandatangani oleh Dirjen Bea dan Cukai pada 2 Agustus 2024.
“Sayangnya, data yang disampaikan pada surat tersebut tidak bisa kami gunakan untuk memitigasi dampak pelolosan puluhan ribu kontainer tersebut pada industri karena terlalu makro,” ungkapnya.
“Tidak detail dan hanya sebagian. Kesannya ada data isi dari puluhan ribu kontainer tersebut yang “disembunyikan,” tambah Febri.
Baca Juga
Harga Emas Antam Terkoreksi, Dibandrol Rp 1.413.000 per Gram
Sebelumnya, Menperin Agus telah mengirimkan surat pada Menteri Keuangan tanggal 27 Juni 2024 terkait permohonan data isi 26.415 kontainer yang tertahan di Pelabuhan.
Dalam surat balasan tersebut, Dirjen Bea dan Cukai menyampaikan data isi dari 26.415 kontainer yang dikelompokkan berdasarkan Board Economic Category (BEC).
Di antaranya sebanyak 21.166 kontainer berupa bahan baku dan penolong (80,13%), barang-barang konsumsi sebanyak 3.356 kontainer (12.7%), dan barang-barang modal sejumlah 1.893 kontainer (7,17%).
Lebih detail, juga disampaikan data 10 besar jenis barang atau kontainer dari masing-masing kelompok tersebut dalam dokumen yang dilampirkan.

